Menghidupkan Budaya Literasi Bisa Ciptakan Anak Bangsa yang Cerdas

Sazili Mustofa, Koran SI · Jum'at 11 Desember 2020 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 65 2326094 menghidupkan-budaya-literasi-bisa-ciptakan-anak-bangsa-yang-cerdas-kn3ak8hll9.jpg Talks show virtual Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando dengan Anggota Komisi X DPR My Esti Wijayanti. (Foto:Ist)

JAKARTA- Salah satu cara mencerdaskan dan mensejahterakan anak bangsa adalah dengan menghidupkan budaya literasi. Lewat cara ini dapat mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk kemajuan.

Hal ini menjadi benang merah dalam talkshow virtual bertajuk "Budaya Literasi Untuk Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju" yang digelar bersama Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando bersama Anggota Komisi X DPR, My Esti Wijayati, Kamis (10/12/2020)

Syarif Bando mengatakan Perpustakaan Nasional harus mampu mentransferkan ilmu pengetahuan yang ada dengan segala keterbatasan, termasuk SDM dan anggaran yang masih rendah. Hal ini menjadi tantangan yang tengah dibangun.

Baca Juga: Unbraw Tetapkan Kuliah Online Semester Depan

"Tujuan akhir kita adalah menghantarkan masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur. Maka kami membangun strategi literasi dan menjadi fasilitator untuk semua anak bangsa agar memiliki literasi pengetahuan, keterampilan, dan keahlian sehingga mampu berdaya saing," ujar dia.

Salah satu mencetak SDM yang berdaya saing dengan ruang kreativitas yang dibuat perpustakaan lewat program transformasi layanan berbasis inklusi sosial. Dengan begitu akan saling berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual, dan melatih kecakapan keterampilan. Jadi dengan adanya kualitas SDM memiliki kemampuan literasi yang diharapkan mampu mengerek kreativitas masyarakat dan menipiskan kesenjangan terhadap akses informasi.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Raih Juara 1 Kompetisi UMKM Nasional Berkat Usaha Kue Bronis Lur

Syarif menjelaskan kemampuan literasi sebagai modal manusia merupakan salah satu kontributor utama bagi pertumbuhan ekonomi. Individu dengan kemampuan literasi yang baik memiliki peluang besar untuk sukses di pasar kerja.

"Literasi adalah modal penting ketika memasuki persaingan global yang menjadikan manusia berfungsi maksimal dalam masyarakat. Kecakapan hidup bersumber dari kemampuan memecahkan masalah melalui kegiatan berpikir kritis. Kata kuncinya adalah sinergi," ungkap Bando.

Tumbuh kembang literasi mestinya tidak hanya dilaksanakan di institusi pemerintah dan pendidikan formal sehingga penting untuk membangun atensi bahwa untuk mewujudkan masyarakat yang literat merupakan tugas bersama segenap lapisan masyarakat.

Baca Juga: 26 Ribu VitPAD Produk Unpad Dikirim ke Seluruh RSP di Indonesia

"Kemajuan infrastruktur dan teknologi 4.0 hendaknya sejalan dengan peningkatan SDM. Perpustakaan memainkan peran optimalisasi kapasitas SDM yang menjadi kunci Indonesia maju di masa depan. Alhasil menciptakan SDM yang unggul, mandiri, dan berdaya saing di era global," jelas Bando.

Sementara My Esti Wijayati menjelaskan saat ini yang menjadi pekerjaan rumah (PR) adalah meningkat budaya literasi di Indonesia yang masih rendah. Sekarang bukan pada membaca dan berhitung saja tapi kemampuan akses mendapatkan ilmu pengetahuan dan menerjemahkan menjadi kegiatan guna meningkatkan perekonomian dan masyarakat menjadi lebih sejahtera.idak maksimal," ujar dia.

"Budaya literasi, infrastruktur, dan peningkatan SDM harus berjalan seiring. Untuk menciptakan SDM yang unggul, jangan hanya di perkotaan saja, namun juga hingga ke tingkat masyarakat pedesaan," jelasnya.

Diakui, hal ini menjadi "PR" semua pihak termasuk Bappenas, Kemendikbud harus membuat upaya ini menjadi skala prioritas untuk mewujudkan SDM yang unggul. Kunci utamanya adalah indeks literasi yang memadai atau tinggi, sehingga nantinya masyarakat pedesaan juga memahami dengan melakukan gerakan masif budaya literasi itu sangat penting.

"Untuk itu, kami di legislatif juga akan berupaya meningkatkan anggaran literasi karena saat ini dengan adanya pemotongan dana akibat pandemi covid-19, semua menjadi berjalan t

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini