Kronologi Mobil Patroli Polisi Tertabrak Kereta Api Tewaskan 3 Aparat

Antara, · Senin 14 Desember 2020 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 512 2327096 kronologi-mobil-patroli-polisi-tertabrak-kereta-api-tewaskan-3-aparat-lOkzHTrPTC.png Ilustrasi. (Foto: Antara)

SRAGEN - Sebuah mobil patroli polisi mengalami kecelakaan dengan Kereta Api (KA) di perlintasan KA Dukuh. Siboto RT 11 Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Dilaporkan tiga orang korban meninggal dunia.

Kepala Polres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, di Sragen, Senin (14/12/2020) mengatakan, kendaraan mobil patroli hendak menyeberang dari arah timur di perlintasan KA Dukuh Siboto RT 11 Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe Sragen, pada Minggu (13/12) sekitar pukul 23.05 WIB.

Namun, tanpa sadar, KA Brantas Pasar Jurusan Senen-Blitar melaju dengan kecepatan tinggi ke arah mobil patroli jenis Strada Triton. Kecelakaan tidak dapat dihindari hingga mobil terseret KA beberapa meter.

Tiga korban menumpang mobil patroli yakni Pelda Eka Budi M (50) anggota TNI, warga Desa Krikilan RT 08 Kecamatan Kalijambe, bertugas di Koramil Kalijambe. Selain itu ada Aipda Samsul Hadi (57) bertugas di Polsek Kalijambe, warga Perum Gemolong. Terakhir Bripka Slamet Mulyono (45) warga Solo.

Menurut Kapolres, ketiga petugas tersebut sedang melakukan operasi gabungan rutin. Saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu KA dan tanpa penjagaan, musibah itu tak terelakkan.

Baca juga: Pria Tanpa Identitas Tewas Tersambar Kereta Barang di Tambun Bekasi

Petugas langsung melakukan evakuasi baik korban maupun kendaraan dilakukan hingga pukul 04.00 WIB. Untuk jenazah Bripka Slamet dan Aipda Samsul sudah berhasil dilakukan evakuasi. Sedangkan Pelda Eka Budi masih dalam tahap pencarian.

Kapolres mengatakan petugas masih melakukan upaya susur sungai untuk mencari satu korban yang belum ditemukan, Senin pagi ini. Karena, ada kemungkinan Pelda Eka Budi jatuh ke sungai dekat lokasi kejadian.

Namun, medan cukup sulit dan sempit, di atas jembatan, dan bawah ada sungai dengan arus air yang cukup deras.

Pihaknya juga melakukan kordinasi bersama PT. Kereta Api Indonesia (KAI) daerah DAOP VI untuk pengamanan jalur perlintasan kereta api.

Kapolres mengatakan kejadian tersebut segera berkoordinasi dengan PT. KAI untuk memberi perhatian lebih pada perlintasan palang pintu. Karena selama ini penjagaan tanpa palang pintu dilakukan secara informal atas dasar sukarela dari masyarakat. Tentu hal ini sangat berbahaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini