AS Sanksi Turki atas Pembelian Sistem Rudal Rusia, Ini Reaksi Ankara dan Moskow

Agregasi BBC Indonesia, · Rabu 16 Desember 2020 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 18 2328441 as-sanksi-turki-atas-pembelian-sistem-rudal-rusia-ini-reaksi-ankara-dan-moskow-22W3ekesq2.jpg Rudal S-400 (Foto: Getty Images/BBC Indonesia)

AMERIKA Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Turki - sesama anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) - atas penempatan sistem rudal penangkal pesawat buatan Rusia yang dibeli tahun lalu.

AS mengatakan, sistem rudal S-400 Rusia tidak kompatibel dengan teknologi NATO dan merupakan ancaman bagi pakta tersebut. Sasaran sanksi yang diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Senin 14 Desember 2020 adalah sektor pengadaan senjata Turki.

Tindakan AS ini langsung mendapat kecaman para pejabat di Turki dan Rusia. AS telah mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35 karena pembelian sistem rudal buatan Rusia tersebut.

S-400 merupakan salah satu sistem rudal tercanggih yang diluncurkan dari darat ke udara. Rudal yang diluncurkan dapat menjangkau jarak 400 km dan satu unit S-400 dapat menembak jatuh 80 target pada saat bersamaan.

Baca Juga:  AS Jatuhkan Sanksi Terhadap Turki Atas Pembelian Sistem Rudal Rusia

Rusia mengklaim S-400 sanggup menyasar berbagai target di angkasa, mulai dari drone, pesawat yang terbang di beragam ketinggian, hingga rudal jarak jauh.

Apa yang menjadi keberatan AS?

"AS telah menjelaskan kepada para pejabat tinggi Turki bahwa pembelian sistem rudal S-400 akan membahayakan kerahasiaan teknologi dan keselamatan personel militer AS," kata Menlu AS, Mike Pompeo, dalam satu pernyataan.

"[Pembelian ini] hanya akan menguntungkan sektor pertahanan Rusia, selain juga membuka akses yang lebih besar bagi Rusia atas industri pertahanan Turki," kata Pompeo.

"Namun, Turki tetap memutuskan untuk melanjutkan pengadaan dan pengujian S-400, meskipun sudah tersedia alternatif, sistem yang kapabel milik NATO untuk memenuhi persyaratan pertahanannya," lanjutnya.

Baca Juga:  Berupaya Kudeta Erdogan, Pilot Turki Divonis 648 Tahun Penjara 

"Saya mendesak Turki untuk segera menyelesaikan masalah S-400 dengan berkoordinasi dengan AS," kata Pompeo

"Turki adalah sekutu yang berharga dan mitra keamanan regional yang penting bagi AS, dan kami berusaha melanjutkan kerja sama sektor pertahanan produktif kami yang telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan menghapus hambatan kepemilikan S-400 Turki secepat mungkin. "

Sanksi ini menargetkan Kepala Direktorat Industri Pertahanan Turki, Ismail Demir, dan tiga pimpinan lainnya. Sanksi mencakup larangan lisensi ekspor AS, serta pembekuan aset apa pun yang berada di wilayah yurisdiksi AS.

Bagaimana tanggapan Turki?

Kementerian Luar Negeri Turki mendesak AS "agar mempertimbangkan kembali keputusan tidak adil ini, seperti yang diumumkan pada hari ini", seraya menambahkan bahwa Turki

"Siap untuk menangani masalah ini melalui dialog dan diplomasi sesuai dengan semangat aliansi".

Kemenlu Turki memperingatkan bahwa sanksi AS "pasti akan berdampak negatif terhadap hubungan kedua negara, dan [Turki] akan membalas dengan cara dan waktu yang dianggap tepat".

Ankara berpendapat bahwa sistem Rusia dibeli setelah AS menolak menjual rudal Patriot buatan AS.

Pejabat Turki menunjukkan fakta bahwa Yunani - sekutu NATO lainnya - memiliki S-300 mereka sendiri, meskipun itu tidak dibeli langsung dari Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, juga mengutuk keputusan AS sebagai "manifestasi lain dari sikap arogan terhadap hukum internasional.

"Sebuah manifestasi dari tindakan koersif sepihak yang tidak sah yang digunakan AS selama bertahun-tahun," lanjut Lavrov.

Seberapa penting kehadiran Turki?

Turki memiliki pasukan bersenjata terbesar kedua di NATO, sebuah aliansi militer yang beranggotakan 30 negara.

Negara ini merupakan salah-satu sekutu utama AS, dan secara geografi wilayahnya berada di posisi strategis, berbagi perbatasan dengan Suriah, Irak, dan Iran.

Ankara juga memainkan peran penting dalam konflik Suriah, menyediakan persenjataan dan dukungan militer kepada beberapa kelompok pemberontak. Namun, hubungan antara Turki dan sejumlah anggota NATO dan Uni Eropa, memburuk.

Mereka menuduh Erdogan mengadopsi gaya kepemimpinan yang dinilai semakin otoriter setelah kudeta yang gagal pada 2016.

Bagaimana cara kerja sistem rudal S-400?

1. Sistem rudal S-400 memiliki radar pengintai jarak jauh yang dapat melacak objek dan menyampaikan informasi kepada kendaraan komando, yang bertugas melakukan perhitungan terhadap potensi target.

2. Target kemudian diidentifikasi dan kendaraan komando akan memerintahkan peluncuran rudal.

3. Data peluncuran dikirim kepada kendaraan peluncur yang ditempatkan pada posisi terbaik dan kemudian melepaskan rudal.

4. Keberadaan radar akan membantu untuk memandu rudal menuju sasaran target.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini