Liburan Nataru, Pemudik yang ke Solo Bakal Dikarantina

Ary Wahyu Wibowo, Koran SI · Rabu 16 Desember 2020 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 512 2328460 liburan-nataru-pemudik-yang-ke-solo-bakal-dikarantina-KWMfDYXIUZ.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

SOLO - Pemerintah Kota Solo bakal mengaktifkan rumah karantina bagi pemudik saat liburan akhir tahun mulai 19 Desember 2020. Surat edaran (SE) maupun Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai regulasi pendukung segera dituntaskan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, 18 Desember 2020 SE dan Perwali akan dikeluarkan bersamaan. Sehingga sehari berikutnya, rumah karantina sudah bisa diaktifkan.

“SE dan Perwali digedok, langsung berlaku,” kata Rudy, Selasa (15/12/2020).

 Baca juga: Libur Akhir Tahun, Satgas Minta Daerah Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

Rumah karantina mulai berlaku H-7 hingga H+7 saat libur akhir tahun. Rudy menegaskan kriteria orang yang akan masuk karantina saat libur akhir tahun.

“Yang mau jagong (datang ke tempat hajatan), mau menikahkan anak, dan tugas bekerja diperbolehkan,” ujarnya.

Diungkapkannya, masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Kota Solo tidak perlu cemas karena tetap diizinkan masuk. Demikian pula untuk acara workshop dan seminar juga diperkenankan dengan pembatasan peserta.

Rudy menegaskan, sebagai Wali Kota dirinya bertugas melindungi masyarakat.

“Kalau kebijakan semuanya minta untung khan tidak mungkin,” jelasnya. Semua pihak diharapkan agar bisa membedakan antara pemudik dan wisatawan.

Pemudik tentunya akan tidur di rumah keluarganya. Sehingga hal ini yang diwaspadai karena rentan terjadi penularan Covid-19 dan penyebarannya sangat cepat.

“Kalau di hotel kan isolasi hotel sendiri. Di situ juga ada cek suhu tubuh, dan cuci tangan,” jelasnya.

Wali Kota meminta agar hotel memiliki kebijakan ketat terkait penerapan protokol kesehatan.

“Kalau suhu tubuhnya tinggi ya jangan boleh masuk. Bawa ke rumah sakit,” kata Rudy. Semua pihak diminta kerjasamanya terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Pria berkumis tebal ini menampik anggapan dirinya membuat gara gara menjelang lepas masa jabatan sebagai Wali Kota Solo.

“Ngapain buat gara-gara, saya diam pun juga nggak masalah. “Saya mau leren (istirahat) kok, saya tidak punya kepentingan politik,” katanya.

Dia menegaskan, kepentingannya adalah melindungi masyarakat agar tidak terpapar dari pendatang yang masuk dalam keluarga dan lingkungan. Pada sisi lain, Wali Kota Solo meminta agar masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Yakni dengan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, memakai masker, menjaga jarak atau menjauhi kerumunan (3M).

“Tak hanya di luar rumah, 3M itu juga harus dilakukan saat di dalam rumah,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini