Makan di Warung Lupa Bawa Uang, Kades Ini Tinggalkan Sepatu Bermerek untuk Jaminan

Tim Okezone, Okezone · Kamis 17 Desember 2020 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 512 2329580 makan-di-warung-lupa-bawa-uang-kades-ini-tinggalkan-sepatu-bermerek-untuk-jaminan-BukpEaEmaV.jpg Kades Glodogan, Klaten Zaenal Arifin (foto: Solopos)

KLATEN – Kades Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Zaenal Arifin, terpaksa meninggalkan sepatu bermereknya saat makan di Warung Bakmi Dhemit, Mojayan, Klaten Tengah, Selasa (15/12/2020) siang. Gara-garanya, kades sekaligus tukang penggali kubur di Glodogan itu lupa membawa dompet. Beritanya pun viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kisah unik pak Kades Glodogan lupa membawa dompet saat makan di warung itu bermula sewaktu dirinya baru saja mengurus surat kematian salah seorang warganya di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten.

Saat perjalanan pulang, Zaenal Arifin menghentikan sepeda motor dinasnya, di depan Warung Makan Bakmi Dhemit Mojayan, Klaten Tengah. Maklum saja, saat itu sudah jam makan siang.

Baca Juga: Jumlah Pasien Corona Bertambah, Bupati Klaten: Bubarkan Kerumunan!

Di warung bakmi di Mojayan tersebut, Zaenal Arifin memesan nasi goreng satu porsi lengkap dengan telur mata sapi dan dua gelas es teh. Dia juga menyantap satu rempeyek dan kerupuk.

Selesai makan, Zaenal Arifin mendatangi kasir. Setelah diberi tahu nominal yang harus dibayar, Zaenal Arifin langsung merogoh dompet di saku celananya. Begitu tidak menemukan dompetnya, Zaenal Arifin mulai kebingungan.

Di hadapan wanita penjaga kasir, Zaenal Arifin yang mengenakan peci hitam, kemeja batik, dan sepatu hitam itu berterus terang mengaku tidak membawa dompet.

Tinggalkan Sepatu

Spontan, Zaenal Arifin langsung meminta maaf kepada petugas kasir dan pemilik warung. Di kesempatan itu, Zaenal Arifin juga menjelaskan bahwa dirinya benar-benar lupa membawa dompet.

Selanjutnya, Kades Glodogan itu langsung membuka kemeja batiknya untuk ditinggal di warung sebagai jaminan. Meski ditolak pemilik warung, Zaenal Arifin tetap ingin meninggalkan barang di warung sebelum pulang ke rumahnya.

Di lokasi itu, Zaenal Arifin yang pernah bertugas sebagai prajurit TNI di usia mudanya itu juga menjelaskan bahwa dirinya merupakan seorang kades di Glodogan. Sehingga, Zaenal Arifin bertekad bertanggung jawab.

Lantaran pemilik warung tak mau ditinggali baju, Zaenal Arifin berinisiatif meninggalkan sepatu bermereknya di warung bakmi tersebut. Sepatu bermerek Handymen Original black milik Zaenal Arifin itu senilai kurang lebih Rp300.000.

Sesampai di rumah, pria kelahiran 1 April 1968 itu langsung mengambil dompet dan kembali ke warung bakmi di Mojayan untuk membayar makanan dan minuman yang telah dimakan/diminum. Setelah utangnya dibayar, Kades Glodogan itu dipersilakan mengambil sepatu bermereknya.

"Malunya minta ampun saat itu. Saya memang tak membawa dompet. Sementara, handphone (HP) saya, baterainya low batt. Akhirnya, sepatu dinas saya tinggal sebagai jaminan. Sekitar 20 menit kemudian, saya kembali ke warung itu untuk menebusnya," kata Zaenal Arifin, kepada Solopos.com, Rabu (16/12/2020).

Viral di Medsos

Kisah unik Kades Glodogan lupa bawa dompet saat jajan itu juga terekam video dan sudah menyebar di beberapa Whatsapp Group (WAG) di tengah masyarakat di kawasan Mojayan dan sekitarnya.

Sebagaimana diketahui, Zaenal Arifin menjabat sebagai kades di Glodogan, periode 2019-2025. Sebelum menjabat sebagai seorang kades, Zaenal Arifin sempat bertugas sebagai prajurit TNI. Meski sudah menjabat sebagai seorang Kades, Zaenal Airifin masih menekuni pekerjaan lamanya. Di antara pekerjaan lama itu, yakni sebagai penjual galon berisi air mineral dan penjual tabung gas secara keliling. Zaenal Arifin juga masih dikenal sebagai seorang penggali kubur di desanya.

"Saya harus bertanggung jawab tentang apa yang saya lakukan. Menjadi seorang pemimpin jangan sekali-kali merugikan rakyat. Kalau makan [di warung], ya harus membayar," kata Zaenal Arifin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini