Antisipasi Penularan Covid-19, Pemkot Surabaya Larang Penjualan Terompet di Surabaya

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Jum'at 18 Desember 2020 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 1 2329938 antisipasi-penularan-covid-19-pemkot-surabaya-larang-penjualan-terompet-di-surabaya-C8pUov2B2p.jpg Foto: Dok BNPB

SURABAYA - Perayaan tahun baru kali ini diprediksi akan sunyi. Sebab, pedagang terompet yang biasanya bermunculan akan diperketat. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau agar tak ada penjualan terompet di jalan-jalan.

ย Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, dia mengaku khawatir dengan risiko penularan yang dapat ditimbulkan dari terompet tersebut. Sebab, sebelum dibeli biasanya terompet itu akan dicoba dahulu oleh penjual atau pembelinya.

"Saya khawatir, nanti pasti dicoba-coba ditiup (terompet) kemudian ganti, kan risiko penularannya besar sekali. Jadi karena itu saya imbau tidak ada yang jualan terompet di Surabaya," kata Risma ketika ditemui di Balai Kota Surabaya.

Dia melanjutkan, saat terompet itu coba ditiup, maka otomatis air liur akan masuk ke terompet tersebut. Sehingga hal ini dapat memperbesar risiko penularan Covid-19 . "Karena saya khawatir itu menularkan ke orang lain, risikonya sangat besar sekali terutama bagi anak-anak kita," ucapnya.

Risma menambahkan, apabila ada warga yang berinisiatif membuat terompet sendiri dan untuk digunakan sendiri, maka dia tak mempermasalahkan. "Kalau bikin sendiri monggoh (silahkan). Artinya digunakan sendiri dan tidak dijual," katanya.

Pihaknya pun menyatakan bakal melakukan razia penjual terompet di Surabaya. Ini semata-mata dilakukan untuk melindungi warga Surabaya dan mencegah penularan Covid-19 . "Pasti kita ada razia, penindakannya sesuai dengan Perda Surabaya tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat," tegasnya.

Dia juga mengajak masyarakat agar dapat melaporkan ke Command Center 122 apabila melihat adanya penjual terompet. Bagi dia, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah hal yang utama. Di sisi lain, ia juga tak ingin kasus Covid-19 di Surabaya kembali meningkat. "Sekali lagi kami mohon kerjasamanya. Kalau kita semakin cepat memutus mata rantai Covid-19, maka kita semakin cepat kembali hidup normal," katanya.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini