Soal Karikatur Nabi Muhammad, Putin: Mereka Bertindak Sembarangan!

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 18 Desember 2020 04:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 18 2329817 soal-karikatur-nabi-muhammad-putin-mereka-bertindak-sembarangan-Fg3bXt1HBp.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto : VoA)

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik pembuatan kartun Nabi Muhammad di Prancis beberapa waktu lalu. Menurutnya, rentetan kejadian itu menunjukkan multikulturalisme telah gagal di Barat.

Dalam konferensi pers akhir tahunannya pada Kamis (17/12/2020), pemimpin Kremlin ini mempertimbangkan debat seputar kebebasan berbicara dan hak-hak umat beragama. Dia mengatakan benturan budaya adalah masalah eksistensial di Barat.

"Di mana batas kebebasan yang satu dengan kebebasan yang lain?,” tanya Putin, seperti dikutip Russia Today.

"Mereka yang bertindak sembarangan, menghina hak dan perasaan orang beragama, harus selalu ingat akan ada reaksi balik yang tak terhindarkan. Tapi, di sisi lain, ini tidak boleh agresif," papar Putin.

Pekan lalu, Putin menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk memulai diskusi melalui organisasi internasional tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan mereka yang menghina kepercayaan orang-orang beragama, dan mereka yang memicu kebencian dan konflik antaragama. Para pejabat sekarang akan menyusun laporan tentang rencana tersebut pada awal Maret tahun depan.

Komentar Putin itu muncul setelah tujuh pria asal Chechnya didakwa di Prancis atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan dan pemenggalan guru sekolah Samuel Paty di Paris pada bulan Oktober. Jaksa penuntut mengatakan Paty menjadi sasaran Abdullakh Anzorov, 18, karena mempertunjukkan serangkaian kartun Nabi Muhammad di kelasnya dalam pelajaran tentang kebebasan berbicara.

Pekan lalu, Putin menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk memulai diskusi melalui organisasi internasional tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan mereka yang menghina kepercayaan orang-orang beragama, dan mereka yang memicu kebencian dan konflik antaragama. Para pejabat sekarang akan menyusun laporan tentang rencana tersebut pada awal Maret tahun depan.

Komentar Putin itu muncul setelah tujuh pria asal Chechnya didakwa di Prancis atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan dan pemenggalan guru sekolah Samuel Paty di Paris pada bulan Oktober.

Baca Juga : Netizen Sindir Aksi 1812 dengan #DemoCovidMenanti

Jaksa penuntut mengatakan Paty menjadi sasaran Abdullakh Anzorov, 18, karena mempertunjukkan serangkaian kartun Nabi Muhammad di kelasnya dalam pelajaran tentang kebebasan berbicara.

Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya juga memicu kontroversi di seluruh dunia Islam setelah insiden tersebut, dengan memberikan penghormatan kepada Paty sebagai "pahlawan yang diam" dan "wajah Republik".

Sejumlah negara Muslim mengumumkan boikot produk Prancis, dengan beberapa demonstran turun ke jalan untuk membakar patung yang menggambarkan sosok Macron.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini