Hacker Berhasil Akses Jaringan Badan Nuklir AS dalam Serangan Siber Masif

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 18 Desember 2020 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 18 2330087 hacker-berhasil-akses-jaringan-badan-nuklir-as-dalam-serangan-siber-masif-2rRXZ1NzVn.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC - Departemen Administrasi dan Energi Keamanan Nuklir Nasional, yang melindungi persediaan senjata nuklir Amerika Serikat (AS), telah mendapati jaringan mereka diretas oleh hacker. Peretasan itu merupakan bagian dari serangan siber luas yang terjadi terhadap beberapa lembaga federal AS dalam sepekan terakhir.

Politico melaporkan bahwa para pejabat dari badan tersebut telah mulai mengoordinasikan pemberitahuan tentang pelanggaran keamanan kepada badan pengawas kongres yang relevan.

BACA JUGA: Peretas Rusia Dituding Mata-matai Departemen Keuangan AS

Aktivitas mencurigakan teridentifikasi di jaringan laboratorium nasional Komisi Pengaturan Energi Federal (Federal Energy Regulatory Commission/FERC), Los Alamos di New Mexico dan Sandia di Washington, Kantor Transportasi Aman, dan Kantor Lapangan Richland milik Departemen Energi AS (DOE).

Menurut laporan tersebut, mengutip pejabat yang mengetahui langsung mengenai masalah ini, peretas telah dapat melakukan lebih banyak kerusakan pada jaringan di FERC.

"Pada titik ini, penyelidikan telah menemukan bahwa malware telah diisolasi ke jaringan bisnis saja, dan tidak mempengaruhi fungsi penting keamanan nasional dari departemen, termasuk Administrasi Keamanan Nuklir Nasional," kata Juru Bicara DOE Shaylyn Hynes kepada Independent. .

BACA JUGA: Amerika Serikat Tuding 4 Tentara China Bobol Data Perusahaan Kartu Kredit

"Saat DOE mengidentifikasi perangkat lunak yang rentan, tindakan segera diambil untuk mengurangi risiko, dan semua perangkat lunak yang diidentifikasi rentan terhadap serangan ini diputuskan dari jaringan DOE.”

Hynes mengatakan bahwa DOE menanggapi berkoordinasi dengan federal dan mitra industri dan bahwa penyelidikan sedang berlangsung, dan respon terhadap insiden itu dilakukan secara real time.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini