Dulu Disebut "Penyihir", Sekarang Anak Ini Tumbuh Normal dan Sehat

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 18 Desember 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 18 2330148 dulu-disebut-penyihir-sekarang-anak-ini-tumbuh-normal-dan-sehat-U1OLGPD03u.JPG Foto: The Sun

NIGERIA – Anda mungkin ingat dengan foto-foto anak kecil yang sangat kurus dan sedang diberi minum oleh seorang wanita pada lima tahun lalu ini.

Foto-foto ini menyentuh hati banyak orang di dunia. Kisah anak kecil ini mendadak viral ketika dirinya ditelantarkan orangtuanya karena dianggap penyihir dan diselamatkan orang asing yang kebetulan sedang berkunjung ke Nigeria.

Saat itu, melalui foto-fotonya yang beredar, terlihat seorang anak berusia tiga tahun mengalami kekurangan gizi parah. Dia mengurus dirinya sendiri di jalan-jalan Eket, Nigeria.

Pada Januari 2016, dermawan asal Denmark Anja Ringgren Loven menyelamatkan anak tersebut, yang kemudian diberi nama Hope.

“Hope berada dalam kondisi yang buruk saat kami menyelamatkannya,” ujarnya, dikutip The Sun.

“Dia kekurangan gizi parah dan menderita berbagai penyakit. Dua minggu pertama dia dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi kritis,” ungkapnya.

“Kami tidak tahu apakah dia akan bertahan atau tidak,” ujarnya.

Saat ini, Hope selamat dari masa lalunya yang traumatis dan sudah menginjak usia tujuh tahun.

(Baca juga: Miris, Lelaki Ini Harus Dipenjara Selama 20 Tahun untuk Kesalahan yang Tidak Dilakukannya)

Ini semua berkat badan amal yang didirikan Anja, “Land of Hope”. Badan amal ini telah membantu ratusan anak terlantar dalam delapan tahun terakhir, banyak di antaranya dituduh sebagai penyihir.

Setelah diselamatkan dari kematian di jalan, anak-anak jalanan ini dibawa ke rumah sakit.

Di sini dia diberi obat untuk membunuh cacing di perutnya, serta transfusi darah setiap hari untuk menambah lebih banyak sel darah merah ke dalam tubuhnya.

Anja pun diberikan bekal pendidikan. “Hope sangat sehat dan suka pergi ke sekolah. Dia sangat cerdas dan hasratnya adalah seni dan menjadi kreatif,” ungkapnya.

“Dia sangat berbakat di bidang seni dan banyak lukisannya bahkan telah terjual,” bebernya.

“Kami memanggilnya Picasso kecil kami,” lanjutnya.

Terlepas dari awal hidupnya yang suram, bocah lelaki itu dapat melihat foto viralnya dengan senyuman dari waktu ke waktu.

“Dia akan sering menunjuk dan tersenyum seolah-olah dia bangga,” kata Anja yang juga duta Universal Peace Federation International.

Hingga saat ini, Hope belum pernah bertemu orang tuanya karena badan amal tersebut tidak dapat melacak keluarganya.

Seperti diketahui, di Nigeria, tuduhan sihir atau santet sering kali berasal dari kasus kematian atau sakit dalam keluarga, gagal panen, masalah pekerjaan atau kemandulan. Anak-anak sering dijadikan “kambing hitam” dan dicap sebagai penyihir.

Adapun kisah takhayul di Nigeria paling umum terjadi di negara bagian Cross River State, Rivers State, dan Akwa Ibom State.

Di Akwa Ibom, kepercayaan Kristen Pantekosta dicampur dengan agama suku setempat untuk membentuk koktail mematikan yang melibatkan kepercayaan pada penyihir dan eksorsisme.

Stigmatisasi anak sebagai penyihir merupakan fenomena terkini di kawasan Delta Niger, yang tiba-tiba meningkat pada 1990-an. Sebelumnya, wanita lanjut usia (lansia) yang kerap menjadi sasaran utama ilmu sihir.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini