Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Tanah di Tengah Ketegangan dengan AS

Agregasi VOA, · Jum'at 18 Desember 2020 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 18 2330340 iran-bangun-fasilitas-nuklir-bawah-tanah-di-tengah-ketegangan-dengan-as-MshKsxLSwX.jpg Fasilitas nuklir Iran di Natanz terbakar pada 2 Juli 2020. (Foto: AP)

TEHERAN - Iran telah memulai membangun fasilitas nuklir bawah tanah di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait program nuklirnya. Pembangunan fasilitas yang terletak di Fordo ini terlihat dari foto satelit yang diperoleh Associated Press, Jumat (18/12/2020).

Iran belum secara terbuka mengakui adanya pembangunan fasilitas terbaru tersebut. Iran telah membangun fasilitas nuklir Natanz setelah terjadinya ledakan misterius pada Juli, yang digambarkan Teheran sebagai serangan sabotase.

BACA JUGA: Kebakaran Landa Fasilitas Nuklir Iran di Natanz

"Setiap perubahan di lokasi ini akan diawasi dengan cermat untuk melihat ke mana arah program nuklir Iran," kata Jeffrey Lewis, seorang pakar di Middlebury Institute of International Studies yang mempelajari Iran sebagaimana dilansir VOA.

Pembangunan di Fordo dimulai pada akhir September. Gambar satelit yang diperoleh dari Maxar Technologies oleh AP menunjukkan konstruksi berlangsung di sudut barat laut situs tersebut, dekat kota suci Syiah Qom sekira 90 kilometer barat daya Teheran.

Foto satelit tertanggal 11 Desember menunjukkan gambar yang mirip seperti fondasi yang digali untuk sebuah bangunan dengan lusinan pilar. Pilar semacam itu dapat digunakan untuk menopang bangunan di zona gempa.

BACA JUGA: Tinggal 2 Bulan Berkuasa, Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran

Lokasi pembangunan terletak di barat laut fasilitas bawah tanah Fordo, dibangun jauh di dalam gunung untuk melindunginya dari potensi serangan udara. Situs ini berada di dekat bangunan pendukung dan penelitian dan pengembangan lainnya di Fordo.

Di antara gedung-gedung itu terdapat Pusat Teknologi Vakum Nasional Iran. Teknologi vakum adalah komponen penting dari sentrifugal gas uranium Iran, yang memperkaya uranium.

Trump pada 2018 secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran, di mana Teheran telah setuju untuk membatasi pengayaan uraniumnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Ketika AS menaikkan sanksi, Iran secara bertahap dan secara terbuka mengabaikan batas kesepakatan karena serangkaian insiden yang meningkat telah mendorong kedua negara ke ambang perang pada awal tahun ini. Ketegangan antara Iran dan AS masih tetap tinggi hingga saat ini.

Di bawah kesepakatan nuklir 2015, Iran setuju untuk menghentikan pengayaan uranium di Fordo dan malah menjadikannya "pusat nuklir, fisika, dan teknologi."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini