Share

Setelah Hampir Setengah Abad, Rusia Lanjutkan Penyelidikan Pembantaian oleh Nazi Jerman

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 19 Desember 2020 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 18 2330357 setelah-hampir-setengah-abad-rusia-lanjutkan-penyelidikan-pembantaian-oleh-nazi-jerman-Eq3ByU3Ubw.jpg Pusat Kota Stalingard setelah dibebaskan dari Nazi Jerman, (Foto: Sputnik)

MOSKOW - Kantor kejaksaan Rusia untuk wilayah Kuban pada Jumat (18/12/2020) mengumumkan dilanjutkannya kembali penyelidikan pembantaian warga oleh ‘pasukan kematian’ Nazi Sonderkommando, yang dilakukan di wilayah tersebut selama Perang Dunia II. Seorang mantan penerjemah dari pasukan khusus Nazi Schutzstaffel Helmut Oberlander kemungkinan terlibat dalam pembantaian tersebut.

"Atas inisiatif dari kantor kejaksaan umum, perintah untuk menangguhkan penyelidikan awal kasus kriminal atas pembunuhan massal warga Soviet oleh anggota badan hukum Hitler Sonderkommando SS-10A dicabut," kata jaksa penuntut regional dalam siaran pers sebagaimana dilansir Sputnik.

BACA JUGA: Mantan Penjaga Nazi Dinyatakan Bersalah Atas 5.230 Pembunuhan di Kamp Konsentrasi

Penyelidikan sebelumnya, yang dilakukan oleh Komite Keamanan Negara Soviet, menetapkan bahwa anggota regu kematian ini melakukan eksekusi massal terhadap warga sipil di kamar gas bergerak antara 1941 dan 1943 di wilayah Krasnodar Rostov, yang terletak di wilayah Kuban raya.

Selama periode Soviet, materi terkait kejahatan diserahkan ke Jerman, dan beberapa penjahat, termasuk kepala Sonderkommando Kurt Christmann, dijatuhi hukuman. Namun, penyelidikan kriminal terhadap tiga anggota Sonderkommando ditutup.

Pada 1972, Uni Soviet menangguhkan penyelidikan "karena kegagalan untuk mengidentifikasi orang lain yang terlibat dalam kekejaman itu".

Keputusan untuk melanjutkan penyelidikan ini karena nasib salah satu dari tujuh penerjemah yang melarikan diri dari Uni Soviet (Helmut Oberlander) telah ditetapkan.

BACA JUGA: Jerman Akui Bantai Warga Prancis pada Perang Dunia II

"Selain itu, kami telah menerima informasi tentang beberapa orang lain yang terlibat dalam kejahatan yang sedang diselidiki. Namun, penilaian hukum atas tindakan mereka belum dibuat," tambah jaksa Rusia.

Pada saat yang sama, materi dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), yang dilihat oleh Sputnik, mengungkapkan bahwa ia berperan dalam eksekusi tersebut. Arsip FSB mencakup kutipan dari kasus pidana terhadap beberapa penerjemah lain dari regu maut Sonderkommando SS-10A, yang dieksekusi oleh regu tembak pada 1961.

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam kesaksiannya, salah satu dari mereka teringat saat tiba di Krasnodar dengan Sonderkommando pada 1942.

“Kira-kira pada November 1942, saya melakukan perjalanan dengan mobil ke stanitsa Krymskaya, di mana kami mengeksekusi tiga partisan Soviet dengan cara digantung. Kami dipimpin oleh ketua kami, Kurt Christmann, ada sekitar 10-15 staf ... termasuk penerjemah Oberlander," demikian isi kesaksian tersebut.

Kaki tangan lainnya ingat bagaimana regu kematian menyiksa pasien di rumah sakit jiwa untuk anak-anak di kamar gas.

"Anak-anak tidak diberi tahu bahwa mereka akan dibunuh... Karena anak-anak tidak dapat bergerak sendiri, mereka dibawa ke sebuah mobil, di mana seorang staf wanita meletakkan mereka bersebelahan.

“Karena kami kekurangan ruang, anak-anak yang lebih tua bertumpuk satu sama lain. Anak-anak menangis, begitu pula petugas yang membawa mereka ke sana. Mereka yang melakukan perlawanan dipaksa masuk ke dalam mobil,” kata penerjemah pasukan kematian itu, Luka Bern.

Oberlander, 96 tahun, baru-baru ini kehilangan kewarganegaraan Kanadanya karena gagal mengungkapkan informasi tentang masa kerjanya dalam regu kematian Nazi. Menurut penyelidik Rusia, Oberlander terlibat dalam penembakan 27.000 orang di wilayah Rostov saja selama Perang Dunia II.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini