Seberapa Betah Mahasiswa Belajar dari Rumah di Masa Pandemi?

Vitriada Hilba Siregar, Okezone · Sabtu 19 Desember 2020 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 65 2330007 seberapa-betah-mahasiswa-belajar-dari-rumah-di-masa-pandemi-1XGASEfW0c.jpg Ilustrasi Kuliah Online. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Tepat pada Januari 2021, para mahasiswa dipastikan akan kembali kuliah tatap muka. Kuliah tatap muka dilakukan setelah berbulan-bulan menjalani proses belajar di rumah.

Kuliah tatap muka sudah tercantum dalam SKB Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, dan Nomor 402-3987 Tahun 2020.

Menurut Survei Gaya Hidup Mahasiswa Indonesia yang dilakukan Lifepal pada Triwulan IV 2020, tanggapan mahasiswa terkait usainya kuliah tatap muka memang cukup variatif. Namun sebagian besar responden menyatakan bahwa cukup senang dengan kegiatan belajar di rumah.

Survei Gaya Hidup Mahasiswa Indonesia 2020 dilakukan dengan metode random sampling terhadap 443 responden yang merupakan mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia. Survei berlangsung pada 6 Oktober hingga 4 Desember 2020. Perbandingan jumlah responden dalam survei ini adalah, pria 144 dan wanita 299.

Berikut adalah hasil survei seputar aktivitas e-learning atau belajar online dari mahasiswa di Indonesia, seperti dikutip Okezone, Sabtu (19/12/2020).

1. Sebagian besar mahasiswa senang belajar di rumah.

Di masa pandemi, secara umum mobilitas mahasiswa berkurang drastis. Alhasil pengeluaran transportasi, termasuk ongkos pulang pergi ke kampus dan bahan bakar mobil maupun motor menurun drastis pula.

Baca Juga : Kuliah Tatap Muka Dimulai 2021, Bagaimana Kampus Menyikapinya?

Sebanyak 40% dari total responden menyatakan cukup senang dengan program belajar dari rumah selama Pandemi Covid-19. Sementara itu 34,8 persen di antaranya kurang senang.

Namun jika dilihat secara detail, responden mahasiswa (pria) jauh lebih senang belajar di rumah ketimbang mahasiswi.

2. Lantas seperti apakah minat mahasiswa dan mahasiswa terkait program e-learning di luar yang diwajibkan oleh perguruan tinggi?

Sebagian besar responden mahasiswa baik pria atau wanita cukup tertarik mengikuti kegiatan e-learning berupa webinar di luar yang diwajibkan perguruan tinggi. Sebanyak 28,7% responden kerap melakukan aktivitas ini sebulan sekali.

Baca Juga : Persiapkan Kuliah Sejak Sekolah

Sementara itu, 24,4% melakukannya lebih dari sekali dalam sebulan, 19,7% lainnya melakukannya lebih dari seminggu, dan yang paling sering (seminggu sekali) berjumlah 13,3%.

Adapun 13,8% responden lainnya tidak terlalu suka mengikuti kegiatan e-learning di luar yang diwajibkan universitasnya.

3. Bisnis dan keuangan, tema e-learning paling disukai mahasiswa 

Sebanyak 57,9% responden mengatakan bahwa tema bisnis, keuangan, serta tips-tips investasi, menabung, serta entrepreneurship menjadi tema yang paling menarik di antara yang lain.

Tema menarik kedua setelahnya adalah pengembangan keterampilan seperti bahasa asing, memasak, dan lainnya, disusul oleh politik dan hukum, seni budaya, dan teknologi.

Baca Juga : Kuliah Tatap Muka Dimulai 2021, Bagaimana Kampus Menyikapinya?

4. Berapa biaya yang umumnya dikeluarkan oleh mahasiswa untuk e-learning?

Sebanyak 73,3% responden mengaku, mereka tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk mengikuti kegiatan e-learning di luar kewajiban kampus. Sebanyak 21,9% responden lain mengeluarkan dana kurang dari Rp250 ribu, 3,8% lainnya Rp 250 hingga Rp500 ribu, dan sisanya adalah Rp500 ribu ke atas.

Menurut riset bertajuk e-Conomy SEA 2020 yang digarap Google, Temasek, dan Bain & Company, 8 dari 10 warga di Asia Tenggara memandang teknologi sebagai salah satu hal yang membantu di masa pandemi.

Sektor pendidikan sendiri menjadi sektor yang paling diuntungkan dari munculnya konsumen-konsumen baru di bidang teknologi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini