Karantina Paksa Pemudik di Solo Resmi Dimulai, Tidak Wajib Ikut Asal...

Agregasi Solopos, · Minggu 20 Desember 2020 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 20 512 2330918 karantina-paksa-pemudik-di-solo-resmi-dimulai-tidak-wajib-ikut-asal-9VoUB0M5Cp.jpeg Foto: Solopos.

SOLO – Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, akhirnya menerbitkan regulasi soal karantina pemudik di momen libur Natal dan Tahun Baru 2021. Dia juga membuat aturan penambahan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Tak ketinggalan ada juga aturan isolasi bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 di Solo. Kedua beleid legal itu ditandatangani pada Sabtu (19/12/2020) dan mulai berlaku per Minggu (20/12/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, mengatakan salah satu Surat Edaran (SE) mengakomodasi pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Yakni, seluruh pendatang dari luar Jawa Tengah wajib membawa hasil rapid test antigen.

BACA JUGA: Bayi dalam Tas Hajatan Gegerkan Warga Jetis Mojokerto

“Kalau bawa hasil uji cepat antigen negatif, ya boleh. Apalagi yang menuju permukiman. Begitu pula yang di hotel. Kalau enggak bawa ya harus dikarantina. Jaga Tangga yang mengecek pemukiman, hotel yang mengecek pendatang,” jelasnya, saat dihubungi Solopos.com Sabtu malam.

Larangan Kerumunan

Ahyani mengatakan regulasi pertama yang diterbitkan adalah Surat Edaran (SE) No.067/3205 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kota Solo.

Poin C pelaksanaan nomor 1-5 memiliki kesamaan dengan SE sebelumnya. Perubahan muncul di nomor 6 hingga 15.

BACA JUGA: Razia Prokes, 2 Kafe di Jakarta Disegel

“Poin C nomor 6, kami melarang warga menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan, yakni yang diikuti lebih dari 5 orang di tempat umum, atau di lingkungan rumah tinggal berupa resepsi pernikahan, tasyakuran, dan sebagainya. Kemudian melarang setiap perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru di tempat hiburan, wisata, rumah makan/restoran/kafe, toko modern, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, gedung pertemuan, hotel, dan fasilitas umum,” ungkapnya.

Selebrasi Pilkada

Kemudian, melarang kegiatan selebrasi kemenangan Pilkada 2020, menunda pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, dan Dikmas dengan mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Aturan berikutnya, adalah soal pendatang yang akan memasuki wilayah Kota Bengawan. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mewajibkan setiap orang yang tidak bertempat tinggal di Kota Solo alias pendatang atau pemudik yang masuk ke Kota Bengawan dan menetap paling sedikit 1 x 24 jam di rumah tinggal penduduk, wajib melaksanakan karantina paksa di Solo Technopark (STP).

Karantina Pemudik Solo

Namun tidak semua pemudik yang datang ke Solo akan dikarantina ke STP. Ada dua kriteria pemudik yang tidak wajib menjalani karantina.

Dalam SE tersebut dijelaskan ada dua kriteria pemudik yang tidak wajib menjalani karantina yaitu pertama, orang yang bekerja untuk sementara waktu di Kota Solo dan kedua orang yang memiliki hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2 (dua) hari sebelum diperiksa Satgas Jogo Tonggo/Tim Cipta Kondisi.

“Aturan ini lebih detail bunyinya, sehingga saya harapkan masyarakat sudah tidak simpang siur. Satgas Jogo Tonggo kami minta meningkatkan peran serta aktif melakukan pengawasan dan melaporkan keberadaan pemudik kepada Satgas Penanganan Covid-19,” ungkap Ahyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini