16 Ribu Personel Gabungan Amankan Natal & Tahun Baru 2021 di Jatim

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 22 Desember 2020 01:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 519 2331776 16-ribu-personel-gabungan-amankan-natal-tahun-baru-2021-di-jatim-65a3FTuNhR.jpg Pasukan gabungan amankan Nataru 2021 di Jatim. (Foto: Humas Polda Jatim)

JAKARTA - Sebanyak 16.789 personel gabungan dikerahkan dalam pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2020. Personel gabungan tersebut terdiri dari Polri, TNI, Pemda dan elemen masyarakat akan mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 di Jawa Timur.

"Jajaran Polda Jatim dan jajaran mengerahkan sebanyak 8.823 personel. Anggota TNI 1.863, Pemda sebanyak 3.346 personel dan elemen masyarakat 2.757," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta kepada wartawan, Senin (21/12/2020).

Dalam pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2020 pada tahun ini, Nico meminta jajaran Forkopimda Jatim dan masyarakat dapat menaati protokol kesehatan. 

"Mengingat saat libur nataru pada tahun ini masih di massa pandemi Covid-19. Agar kesehatan bisa dijaga dengan baik," ujar Nico.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata, yang akan meningkatkan aktivitas pada pusat keramaian. 

Foto: Humas Polda Jatim.

"Peningkatan aktivitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19," katanya.

Oleh karena itu, kata Khofifah, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin 2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru 2021, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin di Tol Cipali 

"Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman," ujarnya. 

Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial ini meminta pengamanan Operasi Lilin 2020 tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga membuat kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, ia meminta seluruh pihak tetap waspada dan jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19. 

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum. Serta antisipasi ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, karena saat ini musim penghujan.

"Dalam kegiatan ini kita juga mengantisipasi terjadinya kantibmas yang meresahkan masyarakat, seperti narkoba, pesta miras dan ancaman terorisme," ucapnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini