3 Mahasiswa ITS Surabaya Desain Jembatan Penghubung di Ibu Kota Baru

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 23 Desember 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 65 2332773 3-mahasiswa-its-surabaya-desain-jembatan-penghubung-di-ibu-kota-baru-wtm5yuxC7L.jpg Mahasiswa ITS berhasil membuat desain jembatan penghubung ibo kota baru di Kalimantan Timur. (Foto: Humas ITS)

SURABAYA -  Mahasiswa ITS Surabaya berhasil merancang desain jembatan penghubung untuk diimplementasikan di ibu kota baru di Kalimantan Timur. Mereka yakni tiga mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS

Ketiga mahasiswa tersebut tergabung dalam tim MAPS-19. Tim ini bekerja sesuai pembagian tugas antara lain Yohanes Hadi Saputra mengerjakan perhitungan struktur dan desain 3D, Christian Bagaskara bertugas menyusun laporan dan edit video, sedangkan Arlo Al Rezza merancang desain 2D.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Raih Gelar Doktor Honoris Causa Berkat Gaya Kepemimpinan Humanis, Jokowi: Gemilang

Ketua Tim Yohanes Hadi Saputra menjelaskan, inovasi rancangan jembatannya ini berangkat dari isu pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur. Hal ini menyebabkan perlunya dilakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah jembatan sebagai penghubung antartempat.

Namun, jembatan yang ada saat ini masih terlihat sederhana dan seadanya. “Makanya diperlukan desain jembatan yang modern dan futuristik untuk mendukung ibu kota baru nanti,” katanya melalui siaran pers, Kamis  (23/12)

Sambung Yohanes, jembatan rancangannya ini berbeda dengan jembatan pada umumnya. Ia menjelaskan bahwa rancangan jembatan miliknya menambahkan gelagar memanjang yang digunakan untuk memusatkan gaya menuju titik buhul (titik simpul). Efeknya adalah defleksi pada jembatan menjadi kecil.

Baca Juga: Sandiaga Uno Jadi Menparekraf, Mahasiswa Cum Laude Lulusan Amerika

Selain itu, Yohanes mengungkapkan, jembatan rancangan timnya juga mengaplikasikan struktur jembatan menggunakan pelat tipe orthotropic. Pelat tipe ini dalam dunia konstruksi Indonesia jarang digunakan, sebab pelat tipe orthotropic terbuat dari material baja yang memiliki kekakuan berbeda dengan tipe lainnya.

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini