Belum Akui NKRI, 2 Napiter Dipindahkan ke Lapas Tulungagung

Antara, · Kamis 24 Desember 2020 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 519 2333147 belum-akui-nkri-2-napiter-dipindahkan-ke-lapas-tulungagung-HKE1Kjrjei.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TULUNGAGUNG - Dua narapidana kasus terorisme berinisial AA dan AS yang dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Cikeas, ke Lapas Klas IIB Tulungagung, Jawa Timur, saat ini menjalani isolasi selama 14 hari.

"Dua napiter ini tiba di LP Tulungagung pada Jumat (18/12) malam dan sekarang kami tempatkan di ruang isolasi selama 14 hari," kata Kepala LP Klas IIB Tulungagung Tunggul Buwono dikonfirmasi awak media, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Diduga Anggota JAD, Bos Travel Umrah dan Haji Ditangkap Densus 88 

Selain menjadi prosedur standar untuk orientasi lingkungan bagi warga binaan baru, isolasi 14 hari tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya risiko penularan Covid-19.

Baca juga: Usai Dirawat di RSCM, Ba'asyir Kembali Dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur

AA yang berusia 33 tahun dan AS yang berusia 22 tahun, disebut Tunggul Buwono sebagai warga binaan baru yang cukup kooperatif selama berada di LP. Komunikasi keduanya dengan petugas berlangsung baik. Kendati keduanya masih berstatus merah atau belum mengakui NKRI.

“Ya, posisi (status) mereka masih merah. Belum mau mengakui NKRI. Jadi, ya perlu pembinaan lebih lanjut," katanya.,

AA diidentifikasi sebagai anggota jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) wilayah Bima, dan AS, 22, merupakan warga Aceh yang di deportasi dari Suriah karena tergabung dalam organisasi Aceh Aulya, yang merupakan jaringan ISIS.

Keduanya telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta dan harus menjalani hukuman selama empat tahun penjara.

“Untuk AA, ia dibebaskan Mei 2023 nanti. Sedangkan AS dibebaskan pada Juni 2023," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini