2 Dokter di Makassar Gugur Melawan Covid-19

Herman Amiruddin, Okezone · Kamis 24 Desember 2020 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 609 2333542 2-dokter-di-makassar-gugur-melawan-covid-19-oiB2F2KzL6.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MAKASSAR - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar Kembali berduka , dua dokter anggota IDI Makassar meninggal sebagai pahlawan kemanusiaan Covid-19 yakni Dr. Leonard Hasudungan NPA IDI 91673 dan Dr. Robert Vincentius Philips NPA IDI 19368.

Kabar duka ini menambah deratan dokter anggota IDI Makassar gugur sebagai pahlawan kemanusian Covid-19, tercatat sudah delapan dokter terbaik IDI Kota Makassar ini kehilangan.

"Kami sangat kehilangan mendalam bagi kami IDI Kota Makassar," ujar ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab, Kamis (24/12/2020).

Baca juga:  Lagi! Jakarta Penyumbang Kasus Corona Terbanyak di Indonesia 

dr Siswanto mengaku kehilangan rekan sejawat untuk menyadarkan masyarakat Makassar, bahwa jangan anggap remeh pandemik Covid-19 yang saat ini tingkat penyebarannya lebih masif akibat klaster Pilkada dari awal penyebaran virus corona.

"Untuk itu IDI Kota Makassar menghimbau agar tetap waspada serta disiplin pakai masker, jaga jarak, cuci tangan sebab Makassar masuk zona merah. Sehingga kebijakan pelonggaran aktifitas bisnis, kantor, sosial dan pendidikan perlu di ketatkan kembali," lanjutnya.

Baca juga:  Gawat! Ada 3.000 WNA Masuk Indonesia Positif Covid-19

Saat ini tingkat penularan kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak.

"Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah diatas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) diatas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah, penularannya tinggi," tambah Anto sapaan dr Siswanto.

Anto mengatakan tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari rasio kasus positif harian yang mencapai 24,2%.

Sementara rasio kasus positif dalam sepekan 18,3%. Rasio kasus positif ini jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5%.

Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan, yaitu 40% selama bulan Desember dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Saat ini jumlah kasus aktif sudah mencapai 103.000, penularan Covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat selama liburan Natal dan Tahun Baru.

"Karena itu, IDI Makassar mendukung pemerintah untuk pengetatan protokol kesehatan selama hari libur nanti," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini