Bandung Diterjang Banjir, Pakar ITB: Genangan Air hingga 1 Hari Tanda Penangangan Lemah

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 26 Desember 2020 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 26 525 2334114 bandung-diterjang-banjir-pakar-itb-genangan-air-hingga-1-hari-tanda-penangangan-lemah-vFrR07romJ.jpg Banjir meredam kawasan Gedebage, Kota Bandung. (Foto:Agus Warsudi)

BANDUNG - Sejumlah kawasan di Kota Bandung kembali mengalami banjir mengakibatkan hancurnya sejumlah rumah yang berdiri di bantaran sungai.

Tidak hanya itu, banjir juga menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat karena sejumlah ruas jalan pun tergenang dan tak bisa dilalui kendaraan.

Seperti yang terjadi pada Kamis (24/12/2020) lalu dimana hujan deras mengguyur Kota Bandung. Mengacu pada data Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, setidaknya ada 66 wilayah di Kota Bandung terdampak hujan deras tersebut.

Baca Juga: 19 Jam Tertimbun Longsor, Warga Lembang Bandung Barat Ditemukan Meninggal Dunia

Paling menonjol, sedikitnya empat rumah di bantaran sungai di kawasan Cibadak, Kota Bandung tergerus air hingga luluh lantak. Sementara genangan air hingga ketinggian 50 centimeter terjadi di Jalan Dr Djundjunan.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk wilayah tetangganya untuk mengatasi 'persoalan abadi' di ibu kota Provinsi Jawa Barat ini. Namun, upaya tersebut dinilai belum maksimal.

Baca Juga: Hujan Deras, Proses Pencarian Korban Longsor di Lembang Dihentikan

"Upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Bandung atau wilayah di Bandung Raya seperti Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung masih kurang," ujar pakar tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Denny Zulkaidi, Sabtu (26/12/2020).

Menurut dia, salah satu indikator yang bisa dilihat adalah, jika air tetap menggenang sampai delapan jam atau satu hari, maka diperlukan peningkatan penanganan.

Apalagi, Kota Bandung yang berada di kawasan cekungan membuat limpasan air semakin banyak. Sehingga, kalkulasi ulang mengenai potensi volume dan wilayah rawan banjir perlu dilakukan.

"Dinas PU (Pekerjaan Umum) harus punya perhitungan baru terkait kebutuhan atau penyediaan drainase, menambah sumur resapan, biopori atau kolam retensi karena yang penting itu kapasitasnya, supaya mampu menampung jumlah debit air," papar Denny.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat yang terjadi pada Kamis (24/12/2020) akibat melambatnya pola angin, sehingga awan hujan terkumpul di Bandung Raya.

Namun, Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya lebih menyoroti potensi hujan dengan intensitas tinggi akibat cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi. Dia pun mengimbau masyarakat mewaspadai potensi tersebut.

"Hingga Januari 2021, wilayah Jawa Barat bakal dilanda musim hujan. Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini