Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 14 Orang Ditangkap

SM Said, Koran SI · Minggu 27 Desember 2020 00:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 27 512 2334301 ambil-paksa-jenazah-pasien-covid-19-14-orang-ditangkap-ypML0Kav2l.jpg Ambil paksa jenazah Covid-19 di RSUD Brebes. (Foto : Ist)

BREBES - Sebanyak 14 orang ditangkap karena mengamuk dan memaksa mengambil paksa jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ke-14 orang itu merupakan warga Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), yang sebelumnya mengamuk dan memaksa masuk RSUD Brebes.

Warga mengambil paksa jenazah Dewi Wulandari (33), yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

"Terkait kasus perusakan yang terjadi di rumah sakit, hingga saat ini petugas Satreskrim Polres Brebes masih memeriksa belasan warga yang diamankan," kata Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, Sabtu (26/12/2020).

Gatot mengatakan, polisi melakukan pengamanan dan memediasi antara pihak keluarga dengan pihak rumah sakit agar jenazah bisa dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Setelah pihaknya memberikan pemahaman, pihak keluarga akhirnya memperbolehkan jenazah untuk dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kami kasih pengertian nasihat dan keluarga sudah memahami. Sekarang sudah mau melakukan pemulasaran” kata Kapolres Gatot Sugiarto.

Sebelumnya puluhan warga yang merupakan keluarga dari pasien yang meninggal dunia tersebut memecahkan kaca pintu lobi rumah sakit. Mereka lalu berjalan menuju ruang jenazah untuk mengambil paksa jenazah dan membawa pulang ke rumahnya di Desa Sawojajar.

Puluhan petugas dari Polres Brebes dan Brimob Polda Jateng yang tengah mengamankan libur Natal dan Tahun Baru langsung mendatangi rumah sakit dan menyisir warga yang melakukan perusakan untuk diamankan. Belasan warga berhasil diamankan dan dibawa dengan menggunakan truk menuju Mapolres Brebes.

Pihak rumah sakit yang dikawal TNI Polri kemudian mendatangi kediaman almarhum untuk mengambil dan memakamkan jenazah sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Baca Juga : Rapid Test Antigen Acak di Rest Area Tol Cipali-Cipularang, 2 Positif Covid-19

Sempat terjadi penolakan dari pihak keluarga saat jenazah akan dibawa petugas medis. Bahkan, sejumlah anggota keluarga menangis histeris karena menilai almarhumah meninggal karena sakit yang diderita, bukan karena terkonfirmasi Covid-19. Pascakejadian itu, petugas juga melakukan rapid test kepada warga yang telah membawa jenazah keluar dari rumah sakit.

Sumarlin, suami dari almarhumah Dewi Wulandari mengatakan, tidak percaya istrinya terkonfirmasi Covid-19. Sebab, sebelumnya pihak RSUD Brebes memperbolehkan istrinya pulang sebelum kritis karena sesak napas dan meninggal dunia.

Keluarga juga menilai janggal tes swab dari pihak RSUD Brebes. Hasil tes yang keluarga dalam waktu sehari dinilai terlalu cepat. Setelah itu, istrinya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Karena tidak percaya dengan hasil tes itu, keluarga dan warga mengambil paksa jenazah untuk dimakamkan secara layak.

"Ada komplikasi lambung, tapi sebelumnya sudah diizinkan pulang. Kalau tes Covid-19 itu kan dua hari. Ini baru sehari masa dibilang Covid-19," kata Sumarlin.

Sementara Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana menyatakan jika pasien yang meninggal dunia sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Dedy Jaya dan selanjutnya dirawat di RSUD Brebes setelah dinyatakan positif Covid-19. Saat menjalani perawatan, pasien tersebut melahirkan dan oleh pihak keluarga dipaksa pulang beberapa hari lalu.

Namun pada Jumat sore kemarin, pasien dibawa kembali oleh pihak keluarga ke RSUD karena kondisinya semakin kritis. Pasien akhirnya meninggal dunia pada Sabtu dini hari.

Baca Juga : Kasus Harian Covid-19 di DIY Pecahkan Rekor

"Pasien ini sesuai pemeriksaan hasilnya itu positif Covid-19. Kalau positif itu kan pemakamannya juga khusus. Namun pihak keluarga tidak mau mengikuti aturan sebagaimana perlakuan untuk jenazah pasien Covid-19,” ujar Suprana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini