Bocah 10 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin oleh Tetangganya

Era Neizma Wedya, iNews · Minggu 27 Desember 2020 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 27 610 2334605 bocah-10-tahun-tewas-tertembak-senapan-angin-oleh-tetangganya-9i7V8AqGQA.png Foto: Illustrasi Shutterstock

MUARA ENIM - Tragis nasib yang dialami bocah berusia 10 tahun, Andrean Pratama tewas setelah tertembak peluru senapan angin milik BA (18), warga dusun II Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, yang masih terangga korban, Minggu (27/12/2020).

Kapolres Muara Enim, AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kapolsek Rambang AKP Sutikto membenarkan adanya kejadian tersebut. Dan timnya Polsek Rambang yang dipimpin Kanit Reskrim Bripka Ediansah langsung bergerak melakukan pengejaran ke Merapi Lahat, dan bekerja sama dengan Petugas Polsek Merapi Polres Lahat, karena usai kejadian pelaku langsung melarikan diri.

"Tersangka bersama dengan barang buktinya sudah diamankan di Polsek Rambang Guna Pemeriksaan perkaranya dan pengembangan kasusnya," kata Sutikto.

Baca juga:  Penembakan Mobil Bos Tekstil di Solo, Polisi Sita Pistol dan 62 Peluru

"Tersangka akan kita ancam dengan Pasal 80 Ayat 3 Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 ttg Perubahan kedua Atas UU NO.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," jelasnya.

Berdasarkan informasi dilokasi kejadian, peristiwa yang merenggut nyawa tersebut bermula saat pelaku BA sedang bermain tembak-tembakan di halaman depan rumah korban. Pada saat itu pelaku sempat menyusun batu bata untuk dijadikan target bidikannya.

Dan pada saat pelaku sedang membidik, ibu Andrean mengingatkan untuk berhati-hati menggunakan senjata itu. Sebab ditakutkan mengenai anaknya yang sedang berada di halaman rumah.

Namun diduga karena sedang konsentrasi dengan sasaran bidikannya, pelaku tidak mendengarkan peringatan dari ibu korban. Setelah itu terdengar suara tembakan. Saat itu juga Andrean sudah tergeletak di tanah dengan bersimbah darah.

Ibu korban yang melihat anaknya terkapar langsung menjerit, karena peluru mengenai kepala anaknya. Dan saat itu pelaku mengaku kepada ibu korban bahwa ia tak sengaja menembak korban.

Kemudian pelaku membantu ibu korban membawa Andrean ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Sumber Rahayu. Setiba di Pustu, tim medis langsung mengarahkan ke Puskesmas Desa Sugih Waras Kecamatan Rambang. Dan saat itu korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Namun tim medis kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Fadila Kota Prabumulih.

Saat dirawat di RS Fadilah, korban masih tak sadarkan diri. Hingga akhirnya nyawa korban tak bisa di selamatkan. Korban menghembuskan napasnya terakhirnya di RS Fadillah Prabumulih.

Sedangkan pelaku setelah mengantar korban ke Puskesmas Sugihwaras Pulang ke rumahnya. Karena ketakutan, pelaku langsung melarikan diri. Hingga akhirnya berhasil ditangkap di Merapi Kabupaten Lahat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini