Frustasi Ditagih Hutang, Pengusaha Alat Kantor Bunuh Diri

Asep Juhariyono, iNews · Rabu 30 Desember 2020 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 525 2336115 frustasi-ditagih-hutang-pengusaha-alat-kantor-bunuh-diri-i7pgAGMgk4.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TASIKMALAYA - Diduga karena terlilit utang dan merasa kesal akibat ditagih utangnya, seorang pengusaha alat tulis kantor (ATK) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tewas diduga akibat bunuh diri dengan cara menusuk perutnya sendiri.

Sebelum kejadian, sejumlah orang yang diduga akan menagih utang mendatangi tokonya dan menyita sejumlah barang elektronik dan mesin photo copy yang diduga akan dijadikan jaminan. Proses penyitaan barang-barang milik korban sempat terekam kamera CCTV yang ada di toko milik korban.

Pria bernama yunus (35) Warga Cimuncang, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Korban mengakhiri hidupnya dengan menusuk sendiri bagian perutnya. memakai pisau dapur di tokonya, hingga bagian ususnya terburai.

Saat korban menusuk perutnya, tiba-tiba rekaman CCTV di toko tersebut mati. Diduga, kabel CCTV di toko korban tercabut oleh sejumlah orang yang datang untuk menagih utang.

Setelah kejadian, korban dibawa ke rumah sakit swasta oleh rombongan yang diduga penagih utang tersebut, guna dilakukan penanganan medis. Selasa malam, korban tewas di rumah sakit saat diberi penanganan medis. Pada perut korban, terdapat 20 jahitan diduga akibat sayatan pisau dapur yang dilakukan sendiri oleh korban.

Polisi dari unit identifikasi Satreskrim Polresta Tasikmalaya, yang menerima laporan, langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian, dan melakukan visum terhadap jenazah korban di rumah sakit.

Sementara menurut Kapolsek Indihiang Polresta Tasikmalaya, Kompol Didik Rohim Hadi, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB, dan langsung melakukan pengecekan dan olah TKP, namun korban sudah dibawa ke rumah sakit.

"Kejadian tersebut pada hari Selasa sekitar pukul 10.00 pagi, dan jenazah korban sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan," jelasnya.

Hingga kini, polisi dari Polresta Tasikmalaya, masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi keluarga, maupun saksi yang melakukan penagihan terhadap korban. Selain itu, polisi juga memeriksa rekaman kamera cctv yang merekam sebelum korban menusuk perutnya sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini