Agung Nugroho, Guru Besar Termuda yang Miliki 4 Paten Bidang Pertanian

Antara, · Rabu 30 Desember 2020 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 65 2336429 agung-nugroho-guru-besar-termuda-yang-miliki-4-paten-bidang-pertanian-wunCxDyC0H.jpg Prof. Agung Nugroho menjadi guru besar termuda dalam usia 37 tahun. (Foto:Antara)

BANJARMASIN - Merengkuh jenjang karier tertinggi di bidang akademik bukanlah cita-cita yang diimpikannya sejak awal. Apalagi pencapaian prestasi gemilang di perguruan tinggi itu dapat diraih di usia relatif muda, tentu jauh dari angan-angan.

Namun, takdir berkata lain. Pemilik nama lengkap Prof. Agung Nugroho, S.TP, M.Sc., Ph.D. ini sekarang justru mencatatkan namanya dalam tinta emas sejarah Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai guru besar termuda berusia 37 tahun.

Baca Juga: Prof Chandra Wijaya Terpilih Jadi Dekan FIA Universitas Indonesia 2020 - 2024

Agung menjadi guru besar Fakultas Pertanian ULM memecahkan rekor Prof. Dr. Abdul Halim Barkatullah yang dikukuhkan sebagai guru besar termuda ULM pada bulan Juni 2019 ketika Dekan Fakultas Hukum ini berusia 42 tahun.

Bersamaan dengan Agung, ada Prof. Meilana Dharma Putra dari Fakultas Teknik berusia 38 tahun yang juga dikukuhkan oleh Rektor ULM Prof. Dr. H. Sutarto Hadi.

Apa yang telah berhasil ditorehkan pria kelahiran Karanganyar, 19 Juli 1983, ini memang spesial. Dia loncat jabatan dari lektor langsung menjadi guru besar tanpa menduduki lektor kepala.

Baca Juga: Ada GeNose C19 dan CePAD, Forum Rektor Dorong Penggunaan di Kampus

Persyaratan jumlah angka kredit dosen yang dimiliki Agung memang telah terpenuhi untuk dia dinobatkan sebagai profesor. Tercatat ada 60 publikasi artikel pada jurnal ilmiah yang telah dibuatnya.

Kemudian empat paten sebagai hak kekayaan intelektual yang tercatat di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga diciptakannya dari hasil riset bidang pertanian.

Adapun empat paten tersebut, yaitu Proses Pembuatan Gula Semut Aren Warna Krem dan Rendah Karamel dengan Metode Wajan Terbuka (S00201910311), Formulasi Madu dengan Ekstrak Kaya Flavonoid dari Patikan Kebo (Euphorbia hirta) (S00201910513), Proses Pembuatan Ekstrak Kaya Flavonoid dari Simplisia Patikan Kebo (Euphorbia hirta) (S00201910512), serta Alat Pembuatan Gula Semut Jenis Golden Sugar (S00201910312).

Bagi Agung, seperti dikutip pada Rabu (30/12/2020), menjadi guru besar merupakan anugerah. Namun, diakuinya bukanlah menjadi target khusus, melainkan telah menjadi skenario Tuhan. Apalagi, loncat jabatan yang dicapainya adalah buah dari perjuangan panjang tanpa kelah menyerah.

"Tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita fokus pasti akan kita capai. Semoga ini menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain karena mekanisme loncat jabatan sangat dimungkinkan asalkan bisa memenuhi seluruh aspek penilaian yang disyaratkan dalam kebijakan jabatan menjadi guru besar," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini