Workbikecycle, Inovasi Sepeda yang Bisa Digunakan Sambil Bekerja

Vitrianda Hilba Siregar, · Rabu 30 Desember 2020 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 65 2336434 workbikecycle-inovasi-sepeda-yang-bisa-digunakan-sambil-bekerja-JmJGhD6KP0.jpg WPLP UGM mengembangkan prototipe workbikecycle.(Foto:UGM)

JAKARTA - Olahraga sepeda saat ini tengah menjadi tren. Dengan sentuhan inovasi, bersepeda kini bisa dilakukan di dalam ruang kerja.

Wahana Pendidikan Layanan Primer (WPLP UGM) beserta bengkel sepeda UGM dan Sekolah Vokasi mengembangkan prototipe workbikecycle, sepeda yang dimodifikasi untuk dapat digunakan berolahraga sekaligus bekerja.

Baca Juga: Agung Nugroho, Guru Besar Termuda yang Miliki 4 Paten Bidang Pertanian

Energi yang timbul dari kayuhan sepeda juga dapat dikonversi menjadi energi listrik yang dimanfaatkan untuk peralatan elektronik yang digunakan untuk bekerja seperti laptop.

“Menggabungkan kerja dengan laptop bersamaan dengan mengayuh sepeda akan membuat olahraga cukup dan mencegah munculnya faktor risiko yang menyebabkan Covid-19 dan produksi dalam bekerja tetap optimal,” ucap Wistiono, manajer WPLP yang juga menjadi penggagas pengembangan alat ini, Rabu (30/12/2020).

Baca Juga: Prof Chandra Wijaya Terpilih Jadi Dekan FIA Universitas Indonesia 2020 - 2024

Alat ini mulai dikembangkan sejak awal September silam dengan dukungan dari Direktorat Aset UGM dan arahan dari Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, serta mitra kerja dari Aset Pintar Blora. Saat ini terdapat tiga buah prototipe yang berada di Klinik Korpagama, yang telah digunakan oleh sejumlah pasien serta staf klinik yang memerlukan.

Dia menerangkan, ide pembuatan sepeda ini muncul sebagai upaya untuk mengurangi faktor risiko penurunan kesehatan pada sivitas UGM yang dipicu oleh kurangnya olahraga serta stres akibat pekerjaan. Banyak sivitas UGM, terangnya, memiliki penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, gangguan ginjal, gangguan gerak, dan lainnya.

“Ide muncul karena prihatin dengan pasien, sivitas akademika, dan tren sepeda di situasi pandemi. Banyak pasien yang sudah lanjut usia punya komorbid penyakit, dan kematian pada pandemi Covid ini banyak terjadi pada orang-orang tersebut,” terangnya.

Pandemi Covid-19 pun menimbulkan tantangan baru dalam berolahraga karena masyarakat, terutama para senior yang lebih rentan terhadap penularan virus, tidak lagi bebas berolahraga. Persoalan lain yang kerap dihadapi adalah kesulitan mencari waktu untuk berolahraga akibat pekerjaan yang cukup menyita waktu.

Kurangnya waktu olahraga dan terbatasnya ruang gerak olahraga pada masa pandemi, terang Wistiono, berusaha diatasi dengan menggabungkan waktu kerja dan olahraga.

“Harapannya sivitas sehat, banyak berkarya, sehat serta sejahtera. Dengan menggabungkan waktu kerja dan olahraga di ruang yang terbatas, pekerjaan beres, olahraga beres, imunitas naik, dan mencegah stres serta faktor risiko penyakit stroke, hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung,” imbuhnya.

Wahana Pendidikan Layanan Primer yang memiliki tugas untuk mengoordinasikan semua pelayanan klinik milik UGM juga melakukan pelayanan pencegahan primordial pada penyakit katastropik yaitu penyakit tidak menular dengan angka kematian yang tinggi dengan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Sejalan dengan pengembangan inovasi ini, rencananya akan dilakukan monitoring kesehatan pengguna dengan tim jantung dari Rumah Sakit Akademik UGM. Hal ini sesuai dengan rencana strategis WPLP dalam pencegahan primordial penyakit tidak menular dan juga upaya pencegahan paparan Covid-19 bagi sivitas akademika berisiko.

Di samping sepeda statis, prototipe lain yang juga dikembangkan adalah sepeda dinamis yang dilengkapi dengan panel surya untuk dapat menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk beragam aktivitas.

Rencananya kedua alat ini akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bekerja di kantor maupun di rumah ataupun untuk mereka yang ingin melakukan aktivitas di luar ruangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini