Cara Baru Tes Covid-19 Pakai Air Liur, Hasil Keluar dalam 6 Jam

Hari Tambayong, iNews · Minggu 03 Januari 2021 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 03 519 2337877 cara-baru-tes-covid-19-pakai-air-liur-hasil-keluar-dalam-6-jam-iCG3C8Jezb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SURABAYA - Tes swab melalui hidung dianggap sebagian orang membuat kurang nyaman. Namun, kini terdapat inovasi untuk pendeteksi Covid-19 dengan menggunakan sampel air liur atau saliva based testing.

Tes tersebut disebut memiliki akurasi yang hampir sama, yakni 90 persen dan hasilnya bisa diketahui selama enam jam. Sembari menunggu registrasi dari Kementerian Kesehatan Indonesia, Rumah Sakit National Hospital Surabaya berencana menerapkannya pada awal 2021 mendatang.

Meski saat ini metode tes swab sudah dilakukan di beberapa negara, seperti Jepang dan Singapura, metode deteksi Covid-19 melalui air liur ini baru akan diterapkan di Indonesia, yakni di Rumah Sakit National Hospital Surabaya.

Metode ini diharapkan bisa membuat masyarakat tidak takut lagi untuk mendeteksi Covid-19. Hal itu karena tes ini dilakukan dengan menggunakan sampel air liur, bukan dari hidung yang sekarang diterapkan yakni tes swab atau PCR.

Direktur RS Nasional Hospital Prof Hananiel Prakasya Widjaya menjelaskan, tes saliva based dengan pemeriksaan menggunakan sampel air ludah ini akan memudahkan masyarakat. Bahkan, tanpa ada rasa sakit dan rasa tidak nyaman, serta hasil pemeriksaannya yang diyakini lebih cepat dari tes swab PCR, yaitu enam jam.

Foto: iNews

“Kita melihat ada inovasi baru dalam screening Covid-19 yakni dengan air liur dan hal ini bisa sebagai pengganti tes PCR dan air liur ini mudah dikorek diambil dan tidak perlu tenaga ahli yang khusus terlatih,” katanya, dikutip Selasa (22/12/2020). 

Baca juga: Terpapar Covid-19, Khofifah Tegaskan Bisa Jalankan Tugas Pemerintahan

Selain itu, Prof Hananiel Prakasya Widjaya menambahkan, metode ini juga lebih friendly untuk anak kecil dan hasilnya lebih cepat yakni enam jam.

“Kalau PCR itu 24 jam dan lebih cepat empat kali lipat dan hal tersebut akan diaplikasikan pada bulan Januari 2021, karena tes air liur ini masih dalam proses registrasi dari Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Peneliti Saliva Based Testing RS Nasional Hospital dr Silvia Hanin menjelaskan cara kerja metode ini. Di mana pemeriksaannya hanya akan membutuhkan air liur sebanyak 0,1 liter yang ditampung dalam tabung atau reagen khusus. 

Kemudian, sampel diproses dengan menggunakan teknologi turbo extraksi atau pengidentifikasian virus yang membutuhkan waktu 30 menit. Oleh karena itu, hasil dalam enam jam bisa diketahui serta akurasinya hampir sama dengan tes swab, yakni 90 persen. 

“Jadi saliva ini kita kan prosesnya sampel air liur dan tak perlu memasukkan alat di mulut atau hidung. Kita hanya masukkan air liur ini ke tabung dan dikocok, serta hal ini bisa bertahan selama lima hari. Penelitian ini dilakukan lima bulan lalu serta tingkat keakuratan ini sekitar 90 persen, metode ini sensitifitasnya lebih cepat,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini