Mencekam! Cerita Warga saat Detik-Detik Puting Beliung Terjang Desa Slangit Cirebon

Fathnur Rohman, Okezone · Minggu 03 Januari 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 03 525 2338066 mencekam-cerita-warga-saat-detik-detik-puting-beliung-terjang-desa-slangit-cirebon-wvGhKT2pGk.jpg Rumah warga di Desa Slangit Cirebon rusak diterjang puting beliung (Foto: Fathnur Rohman)

CIREBON - Ratusan rumah warga di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, rusak diterjang angin puting beliung. Rata-rata, kerusakan terjadi di bagian atap. Namun, ada juga beberapa rumah warga yang rata dengan tanah akibat peristiwa tersebut.

Salah satunya seperti yang dialami oleh Nawiten (60). Rumah yang hanya dihuni oleh dirinya dan putranya ini mengalami kerusakan cukup parah, atapnya ambruk serta tembok rumahnya nyaris runtuh.

Baca Juga:  Ratusan Rumah di Cirebon Porak-poranda Disapu Puting Beliung

Nawiten bercerita, angin puting beliung mulai meluluhlantahkan pemukiman di desanya pada Sabtu 2 Januari 2020 kemarin. Tepatnya pada pukul 16.50 WIB. Ia menyaksikan sendiri bagaimana situasi mencekam itu terjadi.

Ia menuturkan, karena angin bertiup sangat kencang, genteng dari atap rumah warga, serta benda-benda di sekitar jalan raya di desanya beterbangan. Selain itu, lanjutnya, pohon-pohon juga ikut tumbang. Nawiten mengaku masih trauma setelah terjadinya peristiwa tersebut.

"Saya lagi di luar. Lagi jalan. Tiba-tiba ada pusaran angin datang. Angin itu bolak-balik sampai barang-barang yang di sekitar jalan beterbangan," kata Nawiten kepada Okezone, Minggu (3/1/2021).

Sebelum angin puting beliung muncul, Nawinten sedang berada di luar rumah. Ketika itu, ia baru saja membeli token listrik. Ia menerangkan, pusaran angin tiba-tiba muncul dan langsung menerbangkan benda-benda di sekitarnya.

"Ada gerobak bubur di pinggir jalan itu kebawa angin. Pancinya jatuh seperti dilempar sama orang. Saya traumanya dari situ," jelas Nawiten.

Baca Juga:  Puting Beliung Hantam Desa Slangit Cirebon, 6 Warga Luka-luka 

Setelah angin puting beliung menghilang, ia kemudian langsung bergegas untuk memeriksa kondisi rumahnya. Nawiten mengaku sangat terkejut, ketika melihat tempat tinggalnya ruska dan bahkan nyaris rata dengan tanah.

"Kondisi rumah saya rusak parah. Pengennya dibantu. Supaya rumahnya berdiri lagi," imbuhnya.

Selain Nawiten, warga Desa Slangit yang rumahnya mengalami kerusakan parah akibat angin puting beliung adalah Waryadi (58). Tak hanya rumah, istri Waryadi yakni Fatonah (53) juga menjadi korban bencana tersebut. Fatonah mengalami luka-luka karena tertimpa puing bangunan rumahnya.

Disampaikan Waryadi, saat itu Fatonah berada di dalam rumah. Istrinya ini sedang menyiapkan dagangannya. Waryadi dan Fatonah menjadikan rumahnya sebagai tempat berjualan mi ayam.

"Angin datang dari belakang rumah. Ada suara petir. Cuaca waktu itu hujan. Angin puting beliung tiba-tiba datang. Terus balik lagi ke arah rumah saya. Istri saya punggungnya tertimpa kayu. Sudah dibawa ke RSUD Arjawinangun untuk ditangani," jelas Waryadi.

Akibat angin puting beliung, saat ini tempat tinggal Waryadi dan Fatonah sudah rata dengan tanah. Gerobak dan peralatan masak untuk berjualan mi ayam juga rusak. Saat ini, ia hanya bisa menyelamatkan barang-barang yang tersisa.

Waryadi mengungkapkan, angin puting beliung sebenarnya pernah terjadi di desanya. Tepatnya, sekitar lima tahun lalu. Ia mengatakan, kerusakan yang ditimbulkan akibat angin puting beliung pada saat itu jauh lebih parah.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Cirebon mencatat, ada sebanyak enam orang warga di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang menjadi korban luka akibat bencana angin puting beliung.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan memastikan, keenam orang warga ini hanya mengalami luka ringan. Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Alex melanjutkan, dari data sementara ada sebanyak 278 rumah warga yang terdampak bencana angin puting beliung. Ia menyebut, kerusakan yang dialami cukup beragam. Namun, rata-rata kerusakan terjadi di bagian atap rumah.

Selain rumah, dua gardu listrik yang ada di sekitar Kantor Desa Slangit mengalami konsleting listrik. Imbasnya, setelah peristiwa angin puting beliung terjadi, aliran listrik di Desa Selangit sempat terputus

"Terjadi jam 16.50. Diawali dengan angin kencang, ada juga hujan yang tidak begitu besar. Dan pertemuan dua angin itu yang menjadi pusaran," ucap Alex.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini