Berpegangan Tangan untuk Terakhir Kalinya, Perempuan Ini Bagikan Foto Terakhir Bersama Sang Ibu

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 05 Januari 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 18 2338724 berpegangan-tangan-untuk-terakhir-kalinya-perempuan-ini-bagikan-foto-terakhir-bersama-sang-ibu-OJrul13aqf.JPG Foto: The Sun

INGGRIS – Seorang perempuan membagikan foto terakhir yang begitu “menghancurkan hati”, saat bersama ibunya. Keduanya adalah pasien Covid-19 di rumah sakit yang sama.

Anabel Sharma, 49, yang dirawat di rumah sakit karena virus corona, berbaring di ranjang rumah sakit. Tepat di sampingnya berbaring ibunya Maria Rico, 76. Keduanya terlihat berpegangan tangan sebelum sang ibu pergi untuk selamanya.

Anabel pun menuliskan peringatan agar semua orang berhati-hati dengan Covid-19 dan jangan biarkan hal buruk ini menimpa orang lain.

Ibu dan anak yang berasal dari Whitwick, Leicestershire ini diketahui terpapar Covid-19 setelah putra Anabel yang berusia 12 tahun terjangkit virus corona setelah kembali ke sekolah pada September tahun lalu.

Tidak lama kemudian, sang ibunda Maria, suaminya Bharat, dan putra mereka yang lain Jacob, 22, dan Noah, 10, juga tertular Covid-19.

Maria dan Anabel sama-sama dibawa ke Leicester Royal Infirmary dan diberikan oksigen pada Oktober tahun lalu.

(Baca juga: India Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri)

Dua minggu kemudian, sang ibunda memberi tahu Anabel jika dirinya telah menandatangani perintah Do Not Resuscitate.

Keesokan harinya, dokter mendorong Anabel ke samping tempat tidur ibunya. Di saat-saat terakhirnya, sang ibunda melepas masker oksigennya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Anabel dan saudara perempuannya Susana, yang diizinkan masuk bangsal dengan memakai alat perlindungan diri (APD).

Tak lama kemudian sang ibunda meninggal dunia pada 1 November lalu. Sebulan kemudian, Anabel meninggalkan rumah sakit. Paru-parunya rusak parah dan membutuhkan oksigen untuk bepergian.

Dia mengatakan kecepatan virus yang menyerang keluarganya itu menakutkan.

“Jika ada yang berpikir untuk melanggar aturan, saya akan mendorong mereka untuk menempatkan diri pada posisi saya dan memikirkan bagaimana rasanya melihat ibu Anda meninggal, atau diberitahu bahwa Anda mungkin tidak akan hidup,” terangnya kepada Sunday People.

Dia menambahkan seluruh keluarganya sangat berhati-hati selama pandemi - karena ibunya tinggal bersamanya.

Diketahui, jumlah total positif di Inggris menjadi 2.599.789. Sebanyak 74.570 diantaranya meninggal sejak awal pandemi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini