Tunda Sekolah Tatap Muka, Gubernur Jateng: Saya Pilih Anak Selamat

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 04 Januari 2021 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 65 2338332 tunda-sekolah-tatap-muka-guberner-jateng-saya-pilih-anak-selamat-xgFctIF0L8.jpg Suasana sekolah sebelum pandemi Covid-19. (Foto:Okezone/Dok)

SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memutuskan menunda pelaksanaan sekolah tatap muka yang rencananya di lakukan pada Senin, 4 Januari 2021 ini .

Keputusan itu tertuang dalam surat edaran bernomor 445/0017480 yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota terkait antisipasi peningkatan COVID-19 di daerah-daerah di Jawa Tengah."Ya kita tunda dulu karena semuanya belum pasti," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya.

"Kalau kemudian kondisi di daerah itu ternyata peningkatan Covid-nya tinggi ya jangan dulu, nggak boleh, tunda semuanya, rak sah kesusu (tidak usah terburu-buru)," tegas Ganjar.

Baca Juga: Ketika Siswa SD hingga SMA Numpang Belajar Online di Warung Kopi

Siswa sekolah 'tertinggal' secara akademik karena pandemi, orang tua: 'Saya pilih anak selamat'

'Saya tidak bisa menjadi guru yang baik bagi anak saya' - Kisah ibu tunanetra dampingi anak bersekolah daring selama pandemi

Rencana pemerintah buka sekolah di zona kuning, dilema 'desakan orang tua' dan tudingan 'bermain api'

Di Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo selaku Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga setempat, mengaku sejak semester lalu memberlakukan "buka tutup".

Baca Juga: Kapasitas Belajar Tatap Muka hanya 50% dari Jumlah Siswa

"Buka artinya di sekitar sekolah atau warga sekitar sekolah aman-aman saja ya kami buka. Tutup jika di sekitar sekolah ada yang positif, itu kami tutup. Kuncinya adalah izin orangtua dalam melaksanakan SKB 4 menteri," kata Sukaton kepada wartawan di Semarang, Nonie Arnee, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Data jumlah sekolah di Kabupaten Semarang untuk tingkat SD sejumlah 405 dan SMP sebanyak 51 sekolah. Menurut Sukaton, dari jumlah itu, sebanyak 75% SD dan SMP sudah melakukan tatap muka pada semester ganjil.

"Tatap muka sudah mulai sejak tahun ajaran baru (semester lalu). Semua tergantung orangtua. Harapannya, untuk semester genap ini sekolah memanfaatkan kesempatan dari pemerintah," papar Sukaton.

Meski demikian, Aik Manuhoro, selaku orangtua siswa SMP Negeri 2 Ungaran, Kabupaten Semarang, menyatakan tidak mau anaknya bersekolah tatap muka.

"Alasan saya sebagai orangtua tidak bersedia kalau pembelajaran tatap muka, tidak ada jaminan bahwa anak-anak yang masuk itu tidak terpapar. Jangan-jangan pada OTG [orang tanpa gejala]. Jadi selaku orangtua, saya was-was.

"Daripada khawatir dan sesuai perintah gubenur ya baiknya sekolah daring saja," tutur Aik.

Ada pula pihak sekolah dan orang tua yang mengambil jalan tengah.

Di Kabupaten Magelang, orangtua meminta para guru menjumpai anak-anak mereka di rumah secara berkala.

"Karena kalau online kendala dengan sinyal. Alasan kedua, orangtua stres," kata Andri Novantino, guru kelas 1 SD Negeri Jogonayan, Ngablak, Kabupaten Magelang.

"Makanya setelah ujian tengah semester lalu diberlakukan guru visit. Semester genap ini kemungkinan masih berlanjut seperti sebelumnya. Hari Senin masih akan dirapatkan untuk mencari solusi terbaik," imbuhnya.

Hal yang sama juga terjadi di sekolah-sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum akan memulai sekolah tatap muka pada Januari ini, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur DIY.

Alasannya, perkembangan Covid di DIY masih mengkhawatirkan."Jadi paling cepat Februari," kata Didik Wardaya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, kepada wartawan di DIY, Furqon Ulya Himawan yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Menurut Didik, beberapa perguruan tinggi sudah ada yang menyiapkan pertemuan tatap muka dengan protokol kesehatan, seperti UGM, UNY dan kampus lainnya.

"Namun jika perguruan tinggi belum tatap muka, maka jenjang di bawahnya mundur lagi," imbih Didik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini