Aktivitas Kegempaan Meningkat, Analisa Erupsi Merapi Cenderung Eksplosif

Suharjono, Koran SI · Selasa 05 Januari 2021 01:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 510 2338860 aktivitas-kegempaan-meningkat-analisa-erupsi-merapi-cenderung-eksplosif-8KtAkubbQB.jpg Gunung Merapi (Foto : BPPTKG)

YOGYAKARTA - Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, karakter dominan Merapi bakal ke arah erupsi eksplosif. Hal ini berdasarkan analisa kenaikan kegempaan yang terjadi sejak status dinaikkan menjadi siaga.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, pihaknya memang melakukan evaluasi terhadap gejala peningkatan aktivitas vulkanik di Merapi hasil analisa berdasarkan jumlah kegempaan terutama VA, dan VB kemudian juga laju kecepatan gempa guguran hal ini mengadakan kecenderungan ke arah letusan eksplosif.

"Analisis awal kita setelah kita naikkan dari waspada ke siaga memang eksplosif, kemudian kita evaluasi karena terjadi penurunan aktivitas vulkanik yang mengarah ke efusif. Namun kemudian terjadi peningkatan kegempaan dan laju deformasi nah kalau model ini mengarah atau cenderung ke eksplosif, " terangnya saat zoom meeting perkembangan Merapi terkini, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Guguran Lava Pijar Terlihat di Puncak Merapi 

Dijelaskannya saat ini juga terjadi eoribahan morfologi di puncak Merapi. Namun demikian perubahan masih perubahan minor dan belum membentuk kubah lava baru.

"Peribahan morfologi ini karena aktivitas guguran," katanya.

 Baca juga: Awas! Suara Gemuruh dan Guguran Lava Meluncur dari Lereng Merapi

Dalam minggu ini lanjut dia, kegempaan di Merapi tercatat 501 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 2.403 kali gempa Fase Banyak (MP), 4 kali gempa Low Frekuensi (LF), 343 kali gempa Guguran (RF), 494 kali gempa Hembusan (DG) dan 8 kali gempa Tektonik (TT).

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu," ulasnya.

Begitu juga dengan laju pemendekan jarak tunjam yang diukur berdasarkan electronic distance measurement (EDM) diketahui naik menjadi 14 cm. Hal ini meningkat dari sebelumnya yaitu 11 cm per hari.

"Kawasan rawan bahaya masih asam radius 5 km dari puncak Merapi," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini