Abu Bakar Ba'asyir Bebas, Ini Kekhawatiran Eks Anak Buah saat di JAT

Bramantyo, Okezone · Rabu 06 Januari 2021 21:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 512 2340126 abu-bakar-ba-asyir-bebas-ini-kekhawatiran-eks-anak-buah-saat-di-jat-lHxynWxwWC.jpg Amir Mahmud (Foto: Ist/Bramantyo)

SUKOHARJO - Mantan anak buah Ustadz Abu Bakar Ba'asyir saat berada di Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang juga pengamat pergerakan Islam, Dr. Amir Mahmud mengaku senang dengan kebebasan murni sesepuh sekaligus pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki itu.

Hanya saja, Amir Mahmud yang juga Direktur Amir Mahmud Center mengaku khawatir kebebasan murni Ustadz Abu Bakar Ba'asyir menjadi celah bagi sejumlah tokoh pergerakan Islam untuk kembali menjalin komunikasi. Ia menilai ada potensi sejumlah pihak akan berupaya membangun komunikasi dengan ABB.

"Beliau ini kan keluar setelah menjalani masa pidana, artinya secara prosedural sudah sah. Cuma persoalannya, setelah beliau ini lepas, ini akan muncul beberapa hal," kata Amir saat dihubungi media ini, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga:  Ponpes Ngruki Batasi Orang yang Ingin Bertemu Abu Bakar Ba'asyir

Menurut Amir, ada beberapa poin yang perlu diantisipasi, terutama oleh pihak keluarga Ustadz Abu Bakar Ba'asyir setelah kebebasannya itu adalah kemunculan kembali sejumlah massa, atau anggota - anggota lama yang mencoba berkomunikasi kembali dengan ABB.

"Setelah bebas, orang akan sangat mudah sekali berkomunikasi. Berbeda dengan saat dipenjara yang sulit untuk berkomunikasi. Nah, otomatis dari kelompok manapun akan leluasa bertemu," paparnya

Kondisi inilah yang harus diantisipasi adannya kemungkinan jalinan komunikasi antara ABB dengan sejumlah tokoh maupun anggota - anggota lama pergerakan Islam yang akan memanfaatkan kebebasan ABB.

"Dari pihak keluarga harus selektif. Meskipun dari pihak keluarga sendiri, yakni putranya juga aktivis pergerakan, namun dalam berkomunikasi belum tentu memiliki pemikiran yang sama. Itu yang kami khawatirkan," kata Amir.

Baca Juga:  Begini Perilaku Abu Bakar Ba'asyir Selama di Lapas Gunung Sindur

Ditegaskan, keluarga diharapkan berperan aktif untuk menanggulangi hal - hal yang tidak diinginkan, apalagi saat ini masa pandemi Covid-19. Ada himbauan untuk patuh protokol kesehatan, yakni selain memakai masker juga jaga jarak.

"Masa pandemi orang kan diminta jaga jarak, tapi tidak dalam berkomunikasi. Jadi jangan sampai ada kelompok - kelompok lain yang mencoba memanfaatkan beliau untuk melegitimasi gerakannya. Ini yang saya amati begitu," paparnya

Doktor tahun 2008 dengan tesis berjudul “Pesantren dan Pergerakan Islam; Studi Kasus Alumni Pondok Pesantren Ngruki Sukoharjo dan Fundamentalisme”, ini berharap jangan sampai masa kelam ABB terjerat kasus terorisme terjadi lagi.

"Jangan sampai (terjadi lagi). Beliau ini sudah menjalani hukuman penjara selama 15 tahun," sambungnya.

Di mata Amir, ABB merupakan sosok yang tegas dan punya prinsip kuat sehingga tidak mudah menerima pengaruh dari siapapun. Kecuali hanya pihak - pihak tertentu saja yang memiliki kesamaan pemikiran.

"Bahkan dengan anaknya sendiri, bisa jadi berseberangan juga. Karena beliau ini memegang prinsip seperti yang dipersoalkan pada masa lalu hingga mengakibatkan masuk penjara. Sampai sekarang beliau ini masih Istiqomah seperti itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini