Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Beredar Informasi Vaksin Sinovac Dapat Memperbesar Alat Kelamin Pria

Riezky Maulana , Jurnalis-Kamis, 07 Januari 2021 |21:40 WIB
Beredar Informasi Vaksin Sinovac Dapat Memperbesar Alat Kelamin Pria
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Beredar informasi di media sosial terkait vaksin Covid-19 buatan Tiongkok, yakni Sinovac memiliki efek samping memperbesar ukuran alat kelamin laki-laki. Tak tanggung-tanggung, ukuran alat kelamin disebutkan akan bertambah hingga tiga inci.

Menanggapi itu, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Menurutnya, belum ada satu pun literatur yang membahas ihwal memanjang atau membesarnya alat kelamin pasca-disuntik vaksin.

"Dari pengamatan sejauh ini, ya saya mengamati riset terkait Covid-19 tiap dua hingga tiga jam per hari. Nah, dari itu semua tidak ada yang riset tentang vaksin memperpanjang penis, kemudian juga tidak ada bahwa vaksin Covid-19 bisa diinjeksikan ke penis. Itu enggak ada. Jadi yang beredar itu hoaks," ucap Dicky saat dihubungi, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga:  Kedisiplinan Prokes Anjlok, Kasus Covid-19 di Indonesia Meroket 113%

Dicky memaparkan, jurnal yang dicatut oleh informasi tersebut adalah tidak ada, bahkan, menurutnya, isi dari jurnal tersebut tidak ada salah. Dia pun menyarankan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam memahami ragam informasi yang timbul terkait vaksin.

"Kalau dilihat dari isinya tidak nyambung, dilihat dari judulnya salah, nama jurnalnya saja juga salah. Jadi, saya mengharapkan kepada semua pihak, terutama masyarakat untuk selalu kroscek. Apabila informasinya tidak meyakinkan ya silakan bertanya," tuturnya.

Hoaks 

Dia mengatakan, gerakan penolakan vaksin atau hoaks terkait Covid-19 adalah hal yang unik. Menurutnya, baru pertama kali dalam sejarah pandemi bahwasanya gerakan penolakan atas vaksin ramai disuarakan sebum vaksin itu sendiri hadir.

"Terkait vaksinasi, atau vaksin untuk pertama kalinya dalam sejarah pandemi umat manusia, dan sejarah vaksin, yang namaya gerakan vaksin itu lahir duluan dibandingkan vaksinnya. Ini pertama kali," ujarnya.

Baca Juga:  Jawa-Bali Sumbang Kasus Positif Corona 65%, Angka kematian 66,7%

Di hubungi secara terpisah, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi turut berkomentar terkait sebuah tangkapan layar berita yang mencatut logo media cnn.com berjudul “Doctors encourage covid-19 vaccine injections in penis”. Tangkapan layar tersebut juga dibarengi dengan sampul foto seorang dokter dan ilustrasi injeksi di alat kelamin pria.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement