Cegah Kerumunan Kedatangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir di Ponpes Ngruki, Pengunjung Dibatasi

Bramantyo, Okezone · Kamis 07 Januari 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 340 2340519 cegah-kerumunan-kedatangan-ustadz-abu-bakar-ba-asyir-di-ponpes-ngruki-pengunjung-dibatasi-rNggn0Wbbt.jpg Ustad Abu Bakar Baasyir.(Foto:Dok Okezone)

SUKOHARJO - Jelang kebebasan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, Ponpes Al-Mukmin, Ngruki, masih terlihat tak ada aktivitas menonjol.

Pantauan wartawan MNC Portal, pintu gerbang Ponpes Al-Mukmin hanya dibuka satu pintu saja, sedangkan pintu lapisan kedua tertutup rapat.

Humas penyambutan kedatangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, Ustad Endro Sudarsono mengatakan, pihak Ponpes memang tidak membuka akses saat kedatangan ustadz Abu Bakar Ba'asyir.

Bahkan, untuk para wartawan yang akan meliput pun, pihak ponpes tidak membuatkan ID Card khusus peliputan. Meski tidak membuat ID Card khusus, namun pihak ponpes masih memperbolehkan media untuk datang meliput.

Baca Juga: Ini yang Dilakukan Abu Bakar Ba'asyir Setelah Menghirup Udara Bebas

"Nanti ada dua akses masuk yang akan dilalui oleh Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, dan pihak penjemput yang kemungkinan ada 4-5 mobil pengiring. Untuk pintu masuk, tergantung kedatangan. Bila Ustadz Abu datang ke ponpes masih sore, pintu masuk yang dibuka di bagian selatan. Sedangkan bila Ustadz Abu tiba malam, pintu akses yang dibuka ada di utara,"ujar Ustadz Endro saat ditemui media ini, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Setelah Bebas, Abu Bakar Ba'asyir Akan Diserahkan ke Pihak Keluarga

Untuk media yang akan meliput, ungkap Ustadz Endro, bila ustadz Abu tiba sore di ponpes, hanya diperbolehkan sampai batas pintu masuk bagian selatan atau di pintu masuk bangunan lama.

Sedangkan bila tiba di ponpes malam, untuk peliputan, media hanya diperbolehkan meliput hingga pintu gerbang utara.

"Mohon maaf, untuk wartawan akan leluasa jika di sini, kalau di sana hanya mobil dari Bogor sekira 4-5 mobil. Setelah itu, pintu ditutup hanya itu, nanti kalau wawancara bisa dilayani oleh TPM, Ustadz Iim atau dari pondok," terang Ustadz Endro.

Sedangkan yang diperbolehkan masuk hingga kediaman, hanya keluarga dan tim TPM saja yang diperbolehkan masuk. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan massa saat kedatangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.

Begitu pula pada keesokan harinya, pihak ponpes hanya mengijinkan beberapa tokoh saja yang bisa masuk. Itupun diberi tanda pengenal khusus.

Tanpa tanda pengenal khusus itu, sekalipun yang hadir tokoh masyarakat buang sudah sangat familiar sekalipun yang tiba tidak diizinkan masuk kedalam ponpes.

"Jadi hanya beberapa tokoh masyarakat saja yang akan diberi tanda pengenal khusus. Tanpa tanda pengenal, sekalipun yang datang adalah tokoh yang sudah dikenal, tidak bisa masuk Ponpes,"pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini