UNS Tunda Pembelajaran Hybrid Learning Semester Genap 2020/2021

Tim Okezone, Okezone · Kamis 07 Januari 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 65 2340451 uns-tunda-pembelajaran-hybrid-learning-semester-genap-2020-2021-gvcWfSDnkk.jpg Kampus UNS Surakarta. (Foto: Okezone/Dok)

SURAKARTA- Universitas Sebelas Maret (UNS) memutuskan untuk menunda penyelenggaraan pembelajaran campuran (hybrid learning) semester genap tahun akademik 2020/2021.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor : 1/UN27/SE/2021 yang ditandatangani Prof.Dr.Jamal Wiwoho pada 5 Januari 2021.

Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa kegiatan perkuliahan mata kuliah teori tetap dilaksanakan secara daring. Begitu juga mata kuliah praktek/praktikum semaksimal mungkin dilakukan secara daring, kecuali pada program studi Pendidikan Dokter dan Kebidanan dapat dilakukan secara luring dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan mendapatkan izin dari Dekan.

Sementara ujian akhir semester ditentukan oleh masing-masing Fakultas/Pascasarjana/Sekolah Vokasi dengan mempertimbangkan kekhususan yang ada dan dilaksanakan secara daring. Tahapan selanjutnya yakni: pemasukan nilai, sanggah nilai dan yudisium dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik.

Baca Juga: Begini Perbedaan UTBK SBMPTN 2021 vs 2020

Sedangkan kegiatan penelitian di laboratorium/lapangan dapat dilakukan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mendapatkan izin dari Dekan.

"Penelitian yang dilakukan di masyarakat berupa survei perlu mendapatkan surat izin dari Pemerintah Daerah yang menjadi lokasi penelitian," ujarnya.

Rektor juga mengingatkan tentang ujian tugas akhir, skripsi, tesis dan disertasi. Disebutkan persyaratan untuk mengikuti ujian diberikan kemudahan. Persyaratan kelengkapan administrasi yang tidak terkait langsung dengan penulisan TA/Skripsi/Tesis/Disertasi dapat dilengkapi setelah ujian.

Kemudian, tahapan seminar kemajuan bagi Mahasiswa S2 ditiadakan dan diganti dengan penilaian atas publikasi dan makalah yang diseminarkan, dilakukan oleh Pembimbing dengan persetujuan Kaprodi.

Lalu untuk mahasiswa S3 yang sudah mempunyai artikel yang diterima (accepted) di jurnal internasional terindex scopus QI atau Q2 satu artikel, atau (23 dua artikel diperbolehkan tidak mengikuti ujian terbuka.

Ujian akhir (TA/Skripsi/Tesis/Disertasi), kata dia, pada dasarnya dilaksanakan secara daring, namun dimungkinkan dapat dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dengan mempertimbangkan asal wilayah mahasiswa (Karesidenan Surakarta), tingkat kesehatan peserta dan penguji, kesiapan prasarana, dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Sementara mahasiswa yang sudah melakukan ujian TA/Skripsi/Tesis/Disertasi yang telah dinyatakan lulus diizinkan untuk mendaftar wisuda," sebutnya.

Rektor juga menegaskan dalam surat edaran itu dengan diterbitkanya Surat Edaran ini, maka Surat Edaran Rektor No. 73/UN27/SE/2020 tanggal 16 Desember 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

"Surat edaran ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, sampai ditetapkannya kebijakan lebih lanjut setelah mempertimbangkan situasi terbaru pandemi Covid- 19," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini