Menristek Serahkan GeNose C19 dan CePAD, Menko PMK Berharap Bisa Diproduksi Masif

Intan Rakhmayanti Dewi, Sindonews · Kamis 07 Januari 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 65 2340481 menristek-serahkan-genose-c19-dan-cepad-menko-pmk-berharap-bisa-diproduksi-masif-y4o7ebDkOj.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy saat menerima alat Genose 19 dari Menristek Bambang Brodjonegoro. (Foto:Intan Rakhmayanti)

JAKARTA - Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy secara resmi menerima alat GeNose C19 dari Menristek Bambang Brodjonegoro.

Ada dua jenis yang diberikan, yakni GeNose C19 dan alat Uji CePAD Covid-19. Keduanya merupakan alat skrining Covid-19.

"Kedua alat temuan dari putra-putri terbaik insan akademis pencipta pengabdi di lingkungan ini ada dua jenis yaitu GeNose C19 dan alat uji cepad Covid-19, ini yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya partikel virus yang itu menjadi gejala ada tidaknya kemungkinan terinfeksi," kata Muhadjir saat konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: UNS Tunda Pembelajaran Hybrid Learning Semester Genap 2020/2021

Menurut Muhadjir, kedua alat tersebut saling melengkapi untuk dapat mengetahui seseorang terindikasi virus Covid-19 atau tidak.

Menko PMK juga mengapresiasi pihak Menristek yang berhasil menjadi penghubung terhadap produk-produk karya anak bangsa tersebut.

"Mudah-mudahan nanti bisa terhubung dengan industri sehingga bisa secepatnya diproduksi secara masif dengan biaya murah dan terjangkau serta tingkat akurasi yang bisa diandalkan," harapnya.

GeNose C19 merupakan alat skrining Covid-19 buatan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Sedangkan CePAD adalah alat skrining virus Corona buatan Universitas Padjadjaran (Unpad).

GeNose C19 telah mengantongi Izin Edar Kemenkes RI AKD 20401022883 dan siap diproduksi massal untuk dipasarkan. GeNose memiliki sensitifitas 90%, spesifisitas 96%, akurasi 93% dengan PPV 88% dan NPV 95%.

Sementara CePAD UNPAD juga telah mengantongi Izin Edar Kemenkes RI AKD 20303022358 pada tanggal 4 November 2020.

Alat CePAD mampu mendeteksi keberadaan antigen virus pada saat viral load-nya sedang tinggi (most infectious), sehingga bermanfaat untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini