Rapid Test Antigen Kembali Digelar di Rest Area dan Pintu Masuk Jabar

Agus Warsudi, Koran SI · Sabtu 09 Januari 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 525 2341628 rapid-test-antigen-kembali-digelar-di-rest-area-dan-pintu-masuk-jabar-uixxJbQFbg.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (foto: Sindo)

BANDUNG - Operasi rapid test antigen akan kembali digelar di rest area tol, dan sejumlah pintu masuk Jawa Barat. Kebijakan ini akan dilaksanakan saat 20 kota dan kabupaten di Jabar menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama 14 hari dari 11 hingga 25 Januari 2021.

"Selama PPKM 14 hari, kami akan melakukan pengetesan (rapid test antigen) kepada warga di rest area, kemudian di pintu masuk Jabar. Seperti di Puncak Bogor dan lain-lain," kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Sabtu (9/1/2020).

Baca juga:  Penuh Haru, Ridwan Kamil: Terima Kasih Warga Patuh Rayakan Tahun Baru di Rumah

Selain menggelar operasi rapid test antigen, kata pria yang akrab disapa Kang Emil ini, bakal dilakukan pembatasan kapasitas kendaraan umum terutama untuk bus antarkota dan antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).

"Saat PPKM diterapkan akan banyak razia dari Polda Jabar terhadap pergerakan masyarakat dari Jakarta atau dari mana pun. Kalau dia ternyata tidak bisa menunjukkan surat keterangan negatif Covid dengan antigen, akan dikembalikan (diperintahkan kembali ke kota asal)," ujar Kang Emil.

Baca juga:  Tahun Baru 2021, Ridwan Kamil Larang Warga Jabar Lakukan 3 Hal Ini

Diketahui, operasi rapid test antigen telah dilaksanakan saat libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa waktu lalu. Saat itu, terdapat sekitar 3.000 terjaring operasi rapid test antigen Jawa Barat. Selama operasi rapid test antigen digelar dua pekan itu, petugas menemukan 60 orang reaktif virus Corona.

Sementara, 20 kota dan kabupaten yang menerapkan PPKM selama 14 hari, malai 11 hingga 25 Januari. Ke-20 kota dan kabupaten itu antara lain, Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Bekasi, Depok di kawasan Bodebek; dan Kota/Kabupaten Bandung, Cimahi, Bandung Barat, dan Sumedang.

Sedangkan 10 kota dan kabupaten yang dinilai perlu menerapkan PSBB proporsional antara lain, Kabupaten Sukabumi, Cirebon, Garut, Karawang, Kuningan, Ciamis, Majalengka, Subang, Tasikmalaya, dan Banjar.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini