Anak Tega Polisikan Ibu Kandung Diduga Hanya Gegara Pakaian

Agregasi Sindonews.com, · Senin 11 Januari 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 512 2342471 diduga-gegara-baju-ibu-kandung-dipolisikan-anaknya-p0pOLGXkvI.jpg Ibu yang dilaporkan anak kandungnya ke polisi (foto: iNews)

DEMAK - Gegara masalah baju, seorang ibu asal Desa Banjarsari, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dipolisikan anak kandungnya. Walau sudah lima kali polisi mendamaikan kasus ini, si anak tetap bersikukuh ingin memenjarakan ibu kandungnya.

Sumiyatun (36) warga RT 4 RW 4 Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, harus berurusan dengan polisi karena laporan penganiayaan anak. Namun yang membuat dia harus mengelus dada, laporan tersebut datang dari anak kandungnya, Agesti Ayu Wulandari (19).

Baca juga:  Anak Laporkan Ibu karena Motor Warisan, Kapolda NTB: Kita Juga Akan Tolak

Kasus ini berawal dari kedatangan anak bersama suaminya, yaitu Khoirul Rohman di rumahnya Desa Banjarsari, pada Agustus 2020. Sejak pengajuan cerai Sumiyatun dengan suaminya, Agesti ikut ayahnya ke Jakarta.

Saat anaknya akan mengambil baju di rumahnya, Sumiyatun sempat mengatakan, bahwa bajunya tersebut sudah dibuang. Mendadak anaknya marah, hingga mendorong Sumiyatun agar jatuh. Karena refleks, Sumiyatun pun berusaha memegang anaknya, namun sayang hanya ujung kukunya yang justru melukai wajah korban.

Baca juga:  Laporan Anak Ditolak, Giliran Ibu Polisikan si Buah Hati

Tidak terima dengan pelakukan tersebut, Agesti pun membalas hingga terjadi perkelahian anak dan ibu. Sejak peristiwa tersebut, Sumiyatun dilaporkan polisi, dan pada Jumat 8 Januari 2021 sore, Sumiyatun yang sudah berstatus tersangka, secara resmi ditahan oleh Polres Demak.

KBO Satreskrim Polres Demak, Iptu Mujiono menyebutkan, penahanan Sumiyatun untuk kepentingan proses penyidikan tahap kedua atau P21, sehingga dapat diselesaikan oleh petugas.

"Kasus ini akan dilimpahkan ke kejaksaan, untuk disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Demak," tuturnya.

Kepolisian sempat mendamaikan pertikaian ibu dan anak ini, namun lima kali upaya mediasi yang dilakukan petugas ditolak oleh Agesti, hingga korban membuat surat pernyataan resmi untuk memproses hukum ibunya.

Sementara di rumah tersangka, baju milik Agesti masih tersimpan di lemari rumah. Aksi Sumiyatun mengatakan baju korban sudah dibuang, lantaran emosi anaknya telah berani dengan dirinya.

Kakek korban, Sudarno menyebutkan, Agesti adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Sebelumnya Agesti adalah gadis yang sopan.

"Belakangan sejak kasus gugatan perceraian orang tuanya, dia mulai memusuhi ibu kandungnya ," terangnya. (wal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini