Pulang Liburan, Ibu dan Dua Anaknya Jadi Korban Sriwijaya Air

Arif Wahyu Efendi, iNews · Selasa 12 Januari 2021 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 519 2343350 pulang-liburan-ibu-dan-dua-anaknya-jadi-korban-sriwijaya-air-HOXSncGrUP.jpg Foto: iNews

MADIUN – Tiga orang warga Kota Madiun, Jawa Timur ikut menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Ketiga korban tercatat dalam manifest pesawat dengan nomor 45 47 dan 48.

Ketiga warga Kota Madiun yang menjadi korban pesawat Sriwijaya Air adalah seorang ibu bernama Rahmania Ekananda dan dua putrinya Fazila Ammara dan Fathima Ashalina. Ketiganya tercatat sebagai warga Jalan Dendrodium nomor 7 Kelurahan Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun.

(Baca juga: Di mata tetangga, kata Nanik korban dikenal sebagai sosok yang baik dan aktif berkegiatan di lingkungan)

Tetangga korban, Nanik (51) mengaku sempat tidak percaya atas peristiwa tersebut. Dia pun langsung mencari informasi kebenaran berita itu. Menurut Nanik, korban bersama keluarga menempati rumah di Kelurahan Josenan sejak 2011 lalu hingga akhir tahun 2016.

“Bersama keluarganya korban berpindah mengikuti tugas suaminya ke Jakarta. Meski begitu, keluarga korban masih sering berkomunikasi dengan tetangga di Madiun. Bahkan hampir setiap enam bulan sekali, korban mengunjungi kediamannya,” ujar Nanik, Selasa (12/1/2021).

Di mata tetangga, kata Nanik korban dikenal sebagai sosok yang baik dan aktif berkegiatan di lingkungan.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sementara itu, 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini