Paranormal Wonogiri Cabuli 7 Remaja Laki-Laki, Mengaku Pernah Jadi Korban Pencabulan

Agregasi Solopos, · Rabu 13 Januari 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 512 2343916 paranormal-wonogiri-cabuli-7-remaja-laki-laki-mengaku-pernah-jadi-korban-pencabulan-Xd629U0M0i.jpg Pelaku pencabulan. (Foto: Solopos)

WONOGIRI – Paranormal Wonogiri berinisial PA alias ED (43), yang mencabuli tujuh remaja laki-laki mengaku pernah empat kali menjadi korban pencabulan. Kejadian itu terjadi saat pelaku berusia, 15-17 tahun.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing, dalam konferensi pers di Mapolres, Selasa (12/1/2021).

"Menurut keterangan pelaku, orang mencabuli dirinya saat ini sudah ada yang meninggal. Selebihnya juga sudah menghilang keberadaanya. Pelaku katanya ada yang menjadi gurunya dan orang lain yang ia kenal," kata dia.

Meski demikian, Tobing belum dapat memastikan kebenaran PA seorang paranormal di Wonogiri. "Belum dapat kami pastikan, yang jelas tersangka mempunyai pekerjaan paranormal," kata dia.

Atas tindakannya, PA alis ED, dijerat Pasal 82 UU No. 17/2016 perubahan kedua atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 292 KUHP. Ancaman hukumannya penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Kasus pencabulan yang dilakukan paranormal Wonogiri itu terungkap berdasarkan laporan keluarga korban.

Baca juga: Korban Pencabulan Ayah dan Kakak Minta Perlindungan LPA 

"Pengungkapan kasus itu berawal dari laporan para korban. Orang tua dari korban DS dan AMT melaporkan ke Polres Wonogiri," ungkap dia.

Modus

Pria asal RT 003/RW 007, Dusun Ngadipiro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, itu teridentifikasi mencabuli tujuh remaja laki-laki.

Pria lajang itu memanfaatkan pekerjaannya sebagai paranormal untuk melakukan pencabulan terhadap para korbannya. Korban pencabulan PA semuanya berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata umur korban 16-17 tahun. Mereka semua warga Kecamatan Jatipurno dan dalam pendampingan tim kepolisian. 

AKBP Christian Tobing mengatakan modus yang digunakan tersangka adalah menipu korban. Ia menyampaikan kepada para korban jika ingin mempunyai potensi bagus di masa depan salah satu syaratnya aura korban harus dibuka.

Begitu aura korban sudah terbuka, tersangka bisa mengaktifkan lagi jin kodam yang ada di diri masing-masing korban. Tersangka membuat seolah-olah yang dilakukannya adalah sebuah ritual untuk menjadikan korban menjadi lebih baik dan terhormat di masyarakat. 

Tersangka menggunakan rumahnya sebagai lokasi praktek paranormal sekaligus pencabulan. Aksi cabul tersangka itu berlangsung dalam kurun waktu Oktober-Desember 2020. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini