BMKG Pasang Sistem Peringatan Dini Antisipasi Longsor Susulan Sumedang

Antara, · Kamis 14 Januari 2021 07:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 525 2344113 bmkg-pasang-sistem-peringatan-dini-antisipasi-longsor-susulan-sumedang-kURBfVSTJS.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BANDUNG - Kantor Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, memasang sistem peringatan dini di lokasi longsor Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, guna mengantisipasi longsor susulan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, sistem peringatan dini itu memadukan antara seismograf yang mendeteksi gerakan tanah dengan alat pengukur tingkat intensitas hujan.

"Jika curah hujan sangat tinggi melebihi ambang batas (ekstrem), BMKG Bandung akan memberikan informasi ke pihak Basarnas atau pun BPBD Sumedang untuk waspada dan siaga," kata Rahayu.

Baca juga: 2 Korban Longsor Sumedang Kembali Ditemukan, Total 19 Orang Meninggal

"Begitu juga ketika ada getaran yang terus menerus dan signifikan, maka pihaknya akan memberikan peringatan (warning) terkait hal tersebut ke pihak berwenang di lokasi kejadian," tambahnya.

Dalam pemasangan alat tersebut, BMKG telah menurunkan tiga personel ke lokasi longsor yang telah menelan belasan korban jiwa itu.

Baca juga:  3 Korban Baru Longsor di Sumedang Ditemukan 

Adapun selain memasang sistem peringatan dini, Rahayu mengatakan BMKG juga turut menyalurkan bantuan dana sosial kepada masyarakat yang terdampak longsor tersebut.

"Pemantauan ini dilakukan sekaligus dengan pemasangan TDS, serta penakar hujan manual di lokasi longsor. Selain itu, juga dilakukan penyaluran dana sosial dari pegawai Stasiun Geofisika Bandung," kata dia.

Sejauh ini, Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) gabungan memang cukup mengalami kesulitan ketika melakukan pencarian korban.

Pasalnya selain medan tanah longsoran yang tidak mudah, cuaca hujan juga dapat berpotensi menimbulkan longsor susulan.

"Karena memang kondisi kontur tanah seperti bubur sehingga menyulitkan evakuasi, kita harus hati-hati," kata Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah di lokasi longsor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini