Seleksi Nasional Ujian Masuk PTKIN, Menag Yaqut: 50% Siswa SMA

Reza Andrafirdaus, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 65 2344575 seleksi-nasional-ujian-masuk-ptkin-menag-yaqut-50-siswa-sma-3RImfWVGpV.jpg Menteri Agama Yaqut Cholil. (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini membuka Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN UM PTKIN) 2021 di UIN Raden Intan Lampung. Menag mengingatkan pimpinan PTKIN untuk berinovasi dalam mengembangkan kajian keislaman.

"Saya minta para rektor dan ketua berinovasi dalam mengafirmasi kajian keislaman atau Islamic Studies yang merupakan core competencies PTKIN," tegas Menag di Lampung, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1/2021).

Baca Juga : SNMPTN 2021, Cek 20 Kampus yang Paling Banyak Diserbu Calon Mahasiswa

"Besarnya minat mahasiswa terhadap program studi umum di PTKIN perlu diapresiasi. Ini harus diimbangi dengan upaya untuk terus menghidupkan kajian-kajian strategis dalam bidang Islami studies," sambungnya.

Peluncuran SPAN-UM PTKIN 2021 digelar di lapangan terbuka kampus UIN Raden Intan Lampung dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan dan penularan Covid-19.

Tampak hadir, Gubernur Lampung, Wakil Menteri Agama, Penasihat DWP Kemenag RI, Sekjen Kemenag, Rektor UIN Raden Intan Lampung, sejumlah pejabat Kemenag pusat, Forkopimda serta segenap pengurus dan anggota Forum Rektor PTKIN. Peluncuran SPAN-UM PTKIN ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Lampung oleh Menag didampingi Gubernur Lampung.

Baca Juga : Catat! Ini 44 Politeknik untuk Mendaftar SNMPTN 2021

Menurut Menag, ada dua fakta yang harus menjadi perhatian pimpinan PTKIN. Pertama, menurunnya minat pendaftar terhadap sejumlah prodi ilmu keislaman (Islamic Studies), antara lain: Ilmu Hadis, Manajemen Zakat dan Wakaf, dan Bimbingan Penyuluhan Islam. Minat terhadap Perbankan Syariah dan Manajemen Keuangan Syariah memang meningkat, namun masih kalah dengan Kedokteran, Psikologi, Sains dan Teknologi.

"Ini harus dipikirkan inovasinya," pesan Menag.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini