Hampir Disuntik Mati, Merpati yang Diduga Seberangi Pasifik Selamat karena Tanda Pengenal Palsu

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 15 Januari 2021 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 18 2345164 hampir-disuntik-mati-merpati-yang-diduga-seberangi-pasifik-selamat-karena-tanda-pengenal-palsu-l2RJJRCIyE.jpg Foto: Reuters.

MELBOURNE - Seekor merpati yang akan disuntik mati oleh pihak berwenang Australia setelah dilaporkan melintasi Samudera Pasifik akhirnya diselamatkan setelah para pejabat menemukan bahwa dia kemungkinan besar adalah burung lokal.

Joe si merpati menjadi berita utama di seluruh dunia setelah ia ditemukan di sebuah taman di Melbourne mengenakan apa yang tampak seperti tanda pengenal dari Amerika Serikat (AS). Burung itu akan dibunuh karena melanggar aturan karantina Australia.

BACA JUGA: Terbang Lintasi Pasifik, Seekor Merpati Akan Disuntik Mati karena Langgar Aturan Karantina Australia

Tapi dia diberikan penangguhan hukuman di tengah keraguan tentang asal-usul tanda pengenal di kakinya.

"Setelah penyelidikan, departemen menyimpulkan bahwa Joe si Merpati sangat mungkin asal Australia dan tidak menimbulkan risiko keamanan hayati," demikian diumumkan Departemen Pertanian, Air dan Lingkungan Australia pada Jumat (15/1/2021). .

"Departemen yakin bahwa pita kaki burung itu adalah salinan palsu dari pita kaki yang sah," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa tidak ada tindakan lebih lanjut yang akan diambil terhadap Joe. Pita kaki adalah tanda pengenal yang biasanya disematkan pada burung-burung yang memiliki pemilik.

Warga Melbourne Kevin Celli-Bird mengatakan dia menemukan merpati, yang dinamai Joe mengikuti Presiden terpilih AS Joe Biden, di kebun belakangnya pada 26 Desember.

Tanda di kaki burung itu menunjukkan bahwa Joe terdaftar sebagai milik seseorang di Alabama, dan terakhir kali terlihat saat balapan di Negara Bagian Oregon, AS pada Oktober.

BACA JUGA: Catat Rekor Baru, Seekor Merpati Balap Terjual Seharga Rp26,7 Miliar

Setelah berita tentang kemunculan Joe menjadi berita utama di Australia, pejabat setempat mengatakan Joe harus dibunuh karena bahaya penularan ke unggas lokal.

Tetapi nasib merpati itu berubah ketika Serikat Merpati Balap Amerika menyangkal bahwa pengenal di kaki Joe asli.

"Merpati yang ditemukan di Australia memakai pita palsu dan tidak perlu dimusnahkan sesuai dengan tindakan keamanan hayati, karena rumahnya yang sebenarnya ada di Australia," tulis kelompok itu di Facebook.

Investigasi Australia setuju dengan temuan tersebut dan menetapkan bahwa Joe "tidak menghadirkan risiko biosekuriti".

Tidak jelas mengapa burung itu memakai tanda kaki palsu. Namun, manajer pengembangan olahraga American Racing Pigeon Union, Deone Roberts, mengatakan kepada kantor berita AP bahwa penggunaan identitas palsu "semakin sering terjadi".

Merpati balap bisa sangat berharga, dengan seekor burung terjual pada November dengan rekor €1,6 juta (sekira Rp27 miliar).

Tapi Joe, tampaknya adalah merpati jenis Tumbler Turki, jenis lokal Australia, yang sama sekali berbeda.

"Mereka tidak dibiakkan untuk terbang jarak jauh, mereka dibiakkan untuk melakukan trik di udara. Jadi mereka benar-benar seperti burung pertunjukan," kata Lars Scott dari Pigeon Rescue Melbourne kepada kantor berita AFP.

Joe si merpati bukanlah hewan pertama yang menghadapi masalah dari undang-undang impor hewan Australia yang ketat.

Aktor Johnny Depp dan istrinya saat itu Amber Heard harus mengeluarkan permintaan maaf melalui video setelah secara ilegal membawa anjing mereka Pistol dan Boo ke negara itu dengan jet pribadi mereka pada 2015.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini