Tiba di Bandara Juanda, Jenazah Co-Pilot Nam Air Korban Sriwijaya Air Langsung Dibawa ke Rumah Duka

Pramono Putra, iNews · Jum'at 15 Januari 2021 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 340 2345018 tiba-di-bandara-juanda-jenazah-co-pilot-nam-air-korban-sriwijaya-air-langsung-dibawa-ke-rumah-duka-Yu69zdWHyM.jpg Almarhum Co-Pilot Nam Air, Fadli Satrianto

SIDOARJO - Jenazah Fadli Satrianto, Co-Pilot Nam Air yang menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Jumat (15/1/2021) siang mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Jenazah Fadli Satrianto dibawa menggunakan pesawat Batik Air.

Oleh pihak keluarga, jenazah korban langsung dibawah ke rumah duka di Tanjungperak Surabaya. Selanjutnya, jenazah korban akan solati dan dimakamkan sore ini di Pemakaman Keputi Surabaya.

Untuk menghormati korban, sejumlah awak Nam Air dan Sriwijaya Air yang berada di Bandara Juanda Surabaya, ikut mendampingi keberangkatan jenazah korban dari Terminal Cargo Bandara menuju rumah duka.

 Sebelumnya, TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyerahkan jenazah Fadly Satrianto ke pihak keluarga. Fadly merupakan co-pilot NAM Air yang jadi korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 atas nama ke pihak keluarga.

"Pagi ini kami serahkan satu jenazah ke keluarga. Kami telah serahkan jenazah korban ke keluarga atas nama Fadly Satrianto, kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Sementara itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian, dan evakuasi korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 selama tiga hari. Perpanjangan ini menyusul habisnya masa pencarian jika mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Hari Keenam Pencarian Sriwijaya SJ-182, 98 Kantong Body Part Berhasil Dievakuasi

Berdasarkan ketentuan Pasal 34 ayat 1 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tujuh hari. Hal ini juga sesuai dengan Standar Operasional Procedures (SOP) yang mana jika pencarian dilakukan termasuk dalam masa perpanjangan.

Baca Juga: Data FDR Sriwijaya Air SJ-182 Berhasil Diunduh

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Purn Bagus Puruhito mengatakan, perpanjangan ini diputuskan setelah dilakukan rapat dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan pihak yang terkait dalam pencarian SAR tersebut. Selain itu, perpanjangan ini juga diputuskan dengan memperhatikan situasi yang ada.

“Operasi SAR gabungan pencarian korban Sriwijaya Air, saya perpanjang tiga hari,” ujarnya di JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (15/1/2021).N

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini