Viral Video Petugas Gotong Peti Jenazah Pasien Covid-19 Seberangi Sungai & Naiki Tebing Terjal

INews.id, · Jum'at 15 Januari 2021 02:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 510 2344686 viral-video-petugas-gotong-peti-jenazah-pasien-covid-19-seberangi-sungai-naiki-tebing-terjal-du8sZeh6HY.jpg Foto: Twitter @TRCBPBDDIY

KULONPROGO – Foto-foto dan video pemakaman pasien Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo, viral di media sosial. Sejumlah relawan dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) termasuk pakaian hazmat membawa peti mati menyeberangi sungai dan menaiki tebing yang licin dan terjal.

Foto-foto dan video ini diunggah akun Twitter @TRCBPBDDIY pada Rabu (13/1/2021) sekitar pukul 19.50 WIB. Video berdurasi 30 detik ini sudah ditontonkan 21.000 dan disukai pengguna. Dalam video nampak sembilan relawan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap menggotong peti jenazah.

Derasnya aliran sungai membuat mereka cukup kerepotan membawa jenazah menyeberangi sungai. Usai menyeberangi sungai, mereka masih harus naik ke tebing yang cukup licin dan terjal. Lokasi pemakaman ini berada di Pedukuhan Pantog Kulon Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon, Kalibawang.

“Mereka adalah satgas desa yang dibantu relawan untuk memakamkan jenazah Covid-19,” kata Koordinator Relawan Pemakaman Covid-19 Banjaroya, Azhari Hidayat, Rabu (14/1/2021).

Azhari mengatakan, untuk mencapai ke makam rute yang ditempuh harus melewati sungai. Jenazah ini sebelumnya menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Setelah berkoordinasi dengan keluarga untuk dimakamkan secapatnya. 

Foto: Twitter

Jenazah ini meninggal pada Selasa (11/1/2021) sekitar pukul 22.00 WIB. Karena lokasi makam sulit dan kontur tanah yang keras, penggalian makam harus molor. Barulah pada siang harinya jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19. 

Baca juga: Vaksinasi Covid-19, Bima Arya: Saya Ingin Pastikan Garda Terdepan Diprioritaskan

Untuk mencapai makam ini, paling dekat dengan menyeberangi sungai dengan jarak sekitar 300 meter. Sedangkan jika memutar jaraknya bisa lebih dari tiga kilometer dengan kondisi medan yang lebih sulit. Justru menyeberangi sungai dirasakan paling dekat dan tidak banyak rintangan.

“Kalau lewat jalur lain harus muter, rintanganya berat karena melewati tebing. Cara ini juga biasa dilakukan warga jika ada yang meninggal dan dimakamkan di situ,” katanya.

Penanggung Jawab Posko Dekontaminasi dan Giat Pemakaman Satgas Covid-19 BPBD Kulonprogo, Edy Haryanto, mengatakan proses pemakaman di Banjaroya memang dilakukan oleh satgas tingkat kalurahan. Sedangkan pihaknya sebatas melakukan pendampingan.

Pemakaman di Banjaroyo memang lokasinya sulit karena menyeberangi sungai dan jalur yang terjal. Meski ada sedikit kendala, proses pemakaman berjalan lancar. 

“Keluarganya minta dimakakan di situ. Meski medannya susah kami harus turuti,” katanya.

Koordinator Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) Kulonprogo Sunar wibowo mengaku bersyukur bisa ikut mendampingi warga dan satgas desa dalam pemakaman ini. Kondisi medan yang sulit bukan menjadi halangan bagi relawan untuk membantu pemakaman. Apalagi ada kerjasama yang baik dengan masyarakat setempat.

“Kami terus lakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dan satgas desa, agar mereka mandiri ketika ada kasus kematian,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini