Dipicu Pembunuhan Warga Suku Arab, 83 Orang Tewas dalam Serangan Milisi di Sudan

Anton Suhartono, Okezone · Senin 18 Januari 2021 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 18 2346134 dipicu-pembunuhan-warga-suku-arab-83-orang-tewas-dalam-serangan-milisi-di-sudan-pDwPj6MB7O.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KHARTOUM - Serangan milisi di Kota El Geneina, Darfur, Sudan, pada Sabtu dan Minggu (16-17/1/2021), menewaskan 83 orang. Selain itu 160 orang lainnya mengalami luka. Kekerasan di Darfur terus meningkat apalagi sejak dua pekan setelah pasukan penjaga perdamaian PBB menghentikan patroli di wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan Sudan menerjunkan personel militer ke El Ganeina meskipun ketegangan masih berlangsung. Dewan kedaulatan negara menyatakan, di antara korban merupakan personel militer.

BACA JUGA: Tandatangani "Abraham Accords", Sudan Segera Normalisasi Hubungan dengan Israel

Serangan terjadi akibat perseteruan penduduk lokal, seorang anggota suku Masalit membunuh pria dari suku Arab. Kondisi itu dimanfaatkan milisi bersenjata untuk mengambil keuntungan, menciptakan konflik lebih dalam.

"Milisi bersenjata mengambil keuntungan dari insiden itu dengan menyerang El Geneina dari semua sisi," kata kelompok hak asasi manusia, Asosiasi Pengacara Darfur, dikutip dari Reuters, Senin (18/1/2021).

Milisi juga menyerang kamp pengungsi Kreinding yang berlokasi tak jauh dari El Geneina. Para penghuninya melarikan diri secara bergelombang menuju El Geneina, walaupun kota itu masih dibombardir.

BACA JUGA: Tinggalkan Pemerintahan Islam Setelah 3 Dekade, Sudan Beralih Jadi Negara Sekuler

Sementara itu seorang penghuni kamp pengungsi mengatakan, dia membantu mengevakuasi 17 jenazah pada Sabtu dan 11 jenazah pada Minggu. Evakuasi tak bisa dilanjutkan karena milisi masih menguasai kota.

Serangan seperti ini terjadi di Darfur sejak konflik meletus pada 2003. Mendamaikan konflik di El Geneina dan bagian lain di Sudan menjadi tantangan utama yang dihadapi pihak berwenang sejak penggulingan Presiden Omar Al Bashir pada April 2019.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini