Wuhan Dorong WHO Lacak Kaitan COVID-19 dan Pekan Olahraga Militer Dunia

Antara, · Senin 18 Januari 2021 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 18 2346424 wuhan-dorong-who-lacak-kaitan-covid-19-dan-pekan-olahraga-militer-dunia-kSjpzEf1BH.jpg Tim dari WHO tiba di Wuhan untuk memulai penyelidikan asal usul virus corona, 14 Januari 2021. (Foto: CGTN/Reuters)

BEIJING - Ahli patogen di Wuhan mendorong tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melakukan penelitian COVID-19 di Ibu Kota Provinsi Hubei, China, untuk melacak keterkaitan wabah tersebut dengan kegiatan Pekan Olahraga Militer Dunia.

Investigasi epidemiologis bisa dilakukan dengan memeriksa 10 atau 20 kasus pertama yang terjadi di Wuhan sehingga bisa membantu bagaimana virus tersebut menular dan dari mana asalnya, demikian disampaikan Deputi Direktur Departemen Biologi Patogen Wuhan University, Yang Zhanqiu, dikutip Global Times, Senin (18/1/2021).

BACA JUGA: Tim WHO Tiba di Wuhan untuk Selidiki Asal-Usul Virus Corona

Jika investigasi epidemiologis yang dilakukan WHO mendapati adanya penularan dari orang-orang yang bepergian ke luar negeri, lanjut dia, maka harus segera ditindaklanjuti.

Demikian halnya kalau ada dugaan personel militer Amerika Serikat (AS) yang datang ke Wuhan untuk ambil bagian dalam Pekan Olahraga Militer Dunia (MWG) membawa COVID-19 ke China hingga menyebar ke seluruh dunia, maka WHO harus menyelidikinya dengan mengaitkan kasus pertama yang terjadi di Wuhan, kata Yang.

MWG digelar di Wuhan pada 18-27 Oktober 2019 yang diikuti oleh 9.308 atlet dari 110 negara.

Sebelumnya beberapa media di China ramai-ramai mengaitkan COVID-19 yang pertama kali kasusnya ditemukan di Wuhan pada Desember 2019 itu dengan penyelenggaraan MWG tersebut.

BACA JUGA: Ilmuwan yang Dijuluki "Pasien Nol" Covid-19 Terus Diburu

Sebanyak 13 ahli dari WHO tiba di Wuhan pada Kamis (14/1/2021) untuk melakukan investigasi COVID-19 dan saat ini masih menjalani karantina selama 14 hari.

Semula anggota tim WHO berjumlah 15 orang, namun yang dua hasil tes usapnya positif saat transit di Singapura sehingga gagal berangkat ke Wuhan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini