Diduga Plagiat Diri Sendiri, Rektor USU Terpilih Layangkan Banding Administrasi ke Kemendikbud

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Senin 18 Januari 2021 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 65 2346322 diduga-plagiat-diri-sendiri-rektor-usu-terpilih-layangkan-banding-administrasi-ke-kemendikbud-54nzPXgQWa.jpg Dr Muryanto Amin. (Foto:Dok Okezone)

MEDAN- Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) terpilih 2021-2026, Muryanto Amin akan melakukan banding administrasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Banding dilakukan setelah dia diduga bersalah melakukan plagiat diri sendiri dan dinyatakan bersalah oleh Surat Keputusan Rektor Runtung Sitepu bernomor 82/un5.1.r/sk/kpm/2021.

Melalui tim kuasa hukum dan juru bicaranya mengatakan surat keputusan tersebut sifatnya belum final dan inkrah. Sehingga masih ada upaya hukum lainnya untuk membatalkannya.

Baca Juga: Memilih Kuliah Jurusan Farmasi? Simak Gambaran Pelajarannya hingga Kans Kerja

“Ironinya lagi surat keputusan nomor 82 tersebut sudah beredar di kalangan masyarakat dan media-media online namun salinan dari surat keputusan tersebut belum diterima kami,”ujar Edy Ikhsan selaku juru bicara Rektor USU terpilih Muryanto Amin.

Dalam surat keputusan nomer 82 tersebut berisi enam point di antaranya adalah menyatakan Muryanto Amin bersalah karena sudah melakukan plagiat diri sendiri.

Baca Juga: Memilih Kuliah Jurusan Farmasi? Simak Gambaran Pelajarannya hingga Kans Kerja

Lalu, terbukti melanggar etika keilmuwan dan moral sivitas akademika. Isi surat juga dituliskan menghukum Muryanto Amin dengan penundaan penaikan pangkat dan golongan selama satu tahun semenjak surat keputusan ini dikeluarkan.

Di dalam surat itu juga disebutkan mengembalikan insentif yang telah diterimanya atas terbitnya artikel berjudul A New Petronage Network of Pemuda Pancasila In Governor Election of North Sumatera yang dipublikasikan pada Jurnal Man In India terbit September 2017 ke kas Universitas Sumatera Utara.

Edy Ikhsan juga mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya banding ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas SK 82 Rektor USU tersebut yang merugikan rektor tepilih Muryanto Amin.

Sebelumnya Muryanto Amin juga sudah melakukan klarifikasi kepada Guru Besar dan Komite Etik yang dibentuk oleh rektor atas dugaan plagiat diri sendiri dan hal tersebut dinyatakan tidak bersalah. Untuk itu pihaknya menyesalkan mengapa SK 82 tersebut terburu - buru untuk dilahirkan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini