Bau Keringat Ketiak Bisa Deteksi Covid-19, Ini Penampakan Alatnya

Vitrianda Hilba Siregar, · Selasa 19 Januari 2021 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 65 2346918 bau-keringat-ketiak-bisa-deteksi-covid-19-ini-penampakan-alatnya-F1P4CWbnZ0.jpg Alat i-Nose C-19 mendeteksi Virus Covid-19 melalui bau keringat ketiak.(Foto: ITS)

JAKARTA - Bau keringat ketiak bisa menjadi tolak ukur adanya Covid-19 atau tidak, dengan sebuah alat pendeteksi yang diciptakan oleh Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD. Seperti apa penampakannya?

Diungkapkan Ryan, i-nose c-19 merupakan hasil penelitian selama empat tahun yang kemudian dioptimalkan dengan menyesuaikan virus Covid-19 sejak Maret 2019 lalu. Saat ini, i-nose c-19 telah sampai pada fase satu uji klinis. “Ke depannya akan ditingkatkan lagi data sampling-nya untuk izin edar dan dapat dikomersialkan ke masyarakat,” ujar dosen Teknik Informatika ITS ini, seperti dikutip dari laman ITS, Selasa (19/1/2021).

Berdasarkan pengamatan Okezone, i-Nose merupakan perangkat elektronik untuk screening Covid-19 dan pertama di dunia yang mendeteksi melalui bau keringat ketiak (axillary sweat odor).

 Baca Juga: Heboh Alat Pendeteksi Covid-19 dari Bau Keringat Ketiak, Begini Cara Kerjanya

i-nose c-19 bekerja dengan cara mengambil sampel dari bau keringat ketiak seseorang dan memprosesnya menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

“Keringat ketiak adalah non-infectious, yang berarti limbah maupun udara buangan i-nose c-19 tidak mengandung virus Covid-19,” ungkapnya.

Ryan berharap, semoga i-nose c-19 ini dapat segera dikomersialkan dalam waktu maksimal tiga bulan ke depan. “Melihat semakin meningkatnya penyebaran virus Covid-19 ini dunia membutuhkan banyak teknologi screening yang mudah dan cepat diimplementasikan,” ujar Ryan.

Sebab alat ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknologi screening Covid-19 lainnya. Sampling dan proses berada dalam satu alat, sehingga seseorang dapat langsung melihat hasil screening pada i-nose c-19. Hal ini tentunya menjamin proses yang lebih cepat.

”i-nose c-19 juga dilengkapi fitur near-field communication (NFC), sehingga pengisian data cukup dengan menempelkan e-KTP pada alat deteksi cepat Covid-19 ini,” jelasnya.

Ryan memaparkan bahwa data dalam i-nose c-19 terjamin handal karena penyimpanannya pada alat maupun cloud. Penggunaan cloud computing mendukung i-nose c-19 dapat terintegrasi dengan publik, pasien, dokter, rumah sakit maupun laboratorium. ”Dengan berbagai kelebihan yang ada, i-nose c-19, karya anak bangsa, hadir untuk menjawab tantangan pandemi Covid-19 yang belum terkendali,” ujarnya.

Selain terjamin dari segi biaya karena menggunakan komponen teknologi yang murah, i-nose c-19 juga tidak membutuhkan keahlian khusus dalam implementasinya.

“Scanner ini dapat dilakukan oleh semua orang dengan perangkat pengaman yang lebih sederhana yakni hanya sarung tangan dan masker sebagai perlindungan dasar,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini