Dokter Untar Paparkan Anjuran Terkait Vaksinasi Covid-19

Rabu 20 Januari 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 65 2347631 dokter-untar-paparkan-anjuran-terkait-vaksinasi-covid-19-MNpqdtK88X.jpg dr Velma Herwanto SpPD, Ph.D. (Foto:Untar)

JAKARTA- Vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah dimulai sejak Rabu (13/1) dan Presiden RI Joko Widodo menjadi orang pertama yang mendapat vaksin tersebut.

Kehadiran vaksin diharapkan dapat membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok pada masyarakat Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Spesialis Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar) dr. Velma Herwanto, SpPD, Ph.D memberikan pendapatnya.

"Vaksin tersebut akan membantu menurunkan penyebaran Covid-19 di masyarakat dengan cara melindungi individu terhadap infeksi virus SARS-CoV-2. Apabila infeksi tetap terjadi, derajat beratnya penyakit pun akan lebih ringan. Semakin banyak jumlah orang yang divaksinasi, kekebalan masyarakat pun akan terbentuk," ucapnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Rabu (20/1/2021).

Menurut dr. Velma, vaksin yang akan digunakan di Indonesia aman untuk digunakan karena telah melalui uji klinis. Dari uji klinis tersebut disimpulkan bahwa vaksin terbukti aman. Efek samping yang timbul minimal, seperti demam, menggigil, sakit kepala dan kelelahan.

Baca Juga: Sebanyak 103 Satuan Pendidikan Rusak Akibat Gempa di Sulawesi Barat

"Tidak ada efek samping berat yang dilaporkan, kecuali reaksi alergi anafilaksis yang umumnya timbul pada orang yang memiliki riwayat alergi obat sebelumnya. Risiko ini diminimalkan dengan melakukan pengawasan selama 30 menit setelah vaksinasi," jelasnya.

dr. Velma juga menyarankan pemerintah aktif melakukan sosialisasi mengenai vaksinasi tersebut, khususnya terkait keamanannya melalui banyak hal.

"Selain melakukan ajakan vaksinasi, pemerintah sebaiknya juga menyampaikan data mengenai efikasi dan keamanan vaksin, baik melalui visual interaktif, penyampaian data dalam bentuk angka, serta pendekatan personal dengan bantuan pemuka masyarakat dan aparat untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman untuk digunakan," sambung dr. Velma.

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini