Harapan Imam Besar Kota New York kepada Presiden AS Joe Biden

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 21 Januari 2021 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 18 2348182 harapan-imam-besar-kota-new-york-kepada-presiden-as-joe-biden-np7Ty7XOTH.jpg Imam Syamsi Ali (foto: istimewa)

JAKARTA - Imam Besar di Kota New York sekaligus Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali mengatakan, dengan terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat ada harapan keadilan bagi muslim di Amerika Serikat yang sebenarnya.

“Seringkali kita mengatakan bahwa Amerika itu kan hipokrit, ada kemunafikan yang terjadi di situ. Di satu sisi, Amerika justru mempropagandakan misalnya demokrasi. Mempropagandakan keadilan dan kebebasan untuk semua,” ungkap Imam dalam dialog virtual Bincang-bincang tentang Biden-Harris, Kamis (21/1/2021).

Baca juga:  Jokowi Ucapkan Selamat pada Joe Biden & Kamala Harris

“Tapi secara bersamaan kita bisa melihat secara jelas bagaimana kebijakan Amerika di Timur Tengah. Dan itu kita melihat terjadi tarik-menarik antara sistem yang kuat dan kekuatan yang berusaha mengontrol sistem tersebut, itu yang terjadi,” kata Imam.

Imam mengatakan, dengan sistem demokrasi di dalam negeri yang masih kuat, maka masih ada keadilan khususnya bagi muslim disana.

Baca juga:  Presiden Biden Langsung Batalkan Sejumlah Kebijakan Trump Melalui Perintah Eksekutif

“Sehingga terkadang kita melihat misalnya dalam negeri Amerika karena sistemnya masih sangat kuat, maka terasa bahwa ada keadilan lah, kalau Presiden-nya itu masih agak rasional, ada keadilan orang Islam masih diberikan jaminan ya.”

Imam pun menceritakan salah satu keadilan yang dirasakan bagi muslim di AS. “Ada orang di Pennsylvania yang keturunan Pakistan keturunan Amerika, itu tukang sapu di Airport, di bandara, karena dia janggutnya panjang, bosnya, supervisor dia, ingin supaya dipotong, karena dianggap mengganggu akhirnya dia nggak mau dan dia pecat,” tuturnya.

“Apa yang dia lakukan? Dia bawa ke pengadilan, gara-gara janggut saja dia bawa ke pengadilan. Dia bilang gara-gara janggut saja dibawa ke pengadilan, malah dia yang menang di pengadilan,” kata Imam.

Bahkan, kata Imam, tidak saja bahwa dia kembali bekerja di Bandara, bahkan diberikan uang pengganti karena dianggap sebagai pelecehan. “Itulah namanya keadilan di Amerika. Itu keadilan di dalam negeri,” sambungnya.

Meskipun, kata Imam, yang punya kepentingan, yang punya kebijakan luar negeri mendukung suatu negara tertentu, maka mereka bisa mengontrol sistem ini.

“Maka sering kita mengatakan bahwa Amerika dalam kebijakan ke luar negeri yang terjadi kemunafikan, mempropagandakan demokrasi, kebebasan, keadilan untuk semua, tapi ternyata untuk teman Palestina di dalam negeri justru diberikan. Jadi begitu terjadi ada tarik menarik yang terjadi,” katanya.

“Mudah-mudahan suatu ketika kekuatan yang tersembunyi di Amerika, hidden power kita nanti bisa diimbangi dengan kekuatan yang lain,” ungkap Imam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini