Simpan Senpi Ilegal, Purnawirawan Ini Ditangkap Polisi

Antara, · Senin 25 Januari 2021 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 244 2350518 simpan-senpi-ilegal-purnawirawan-ini-ditangkap-polisi-yT5Nw6n0IJ.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

DENPASAR - Seorang purnawirawan bernama Agung (64) ditangkap penyidik Polresta Denpasar, Bali, karena memiliki senjata api ilegal beserta 10 butir peluru aktif.

"Dari tersangka kami menemukan satu pucuk senjata api dengan peluru aktif berjumlah 10 butir. Awalnya, kami tangkap karena dicurigai terindikasi narkoba, tapi tidak ditemukan barang bukti narkoba, melainkan senjata api tanpa izin," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Jansen Avitus Panjaitan saat dalam konferensi pers di Denpasar, Senin (25/1/2021).

Baca juga:  Polda Jabar Ringkus Sindikat Penghasil Senpi Khusus Sniper

Ia mengatakan, bahwa dalam proses penyelidikan tidak ditemukan barang bukti narkotika. Sehingga untuk penanganan selanjutnya, tersangka akan dilimpahkan ke satuan reserse kriminal, terkait kepemilikan senjata api ilegal.

Adapun barang bukti yang disita yaitu satu pucuk senjata api genggam bertuliskan MP-654k, CAL 4,5 mm gagang warna hitam, 10 butir peluru, satu buah tas selempang warna hitam, dan satu buah sarung senjata, yang disimpan dalam lemari tersangka.

Baca juga:  Diduga Kepergok Mencuri Baju, Pengemudi Ojol Keluarkan Senpi 

Kasus bermula ketika pihak kepolisian menerima informasi bahwa ada tempat yang sering dijadikan transaksi narkotika. Pada Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 10.30 Wita petugas menangkap tersangka dan melakukan penggeledahan.

Saat digeledah petugas tidak menemukan barang bukti narkotika, tetapi menemukan barang bukti berupa senjata api. Menurut keterangan tersangka barang tersebut adalah milik keponakannya bernama Putu Agus Arya yang dititipkan sekitar tahun 2019 di rumah tersangka.

Setelah dua bulan tersangka mencoba senjata api tersebut untuk ditembakkan di lapangan tembak Pulaki, Kabupaten Buleleng, Bali.

"Senjata api tersebut bisa meledak satu kali selanjutnya tidak bisa ditembakkan, kemudian senjata itu disimpan di dalam almari kamar tidur tersangka," kata Kapolresta.

Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api, dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini