Bupati Bantul Terpilih Positif Covid-19, Awalnya Curiga Tak Bisa Cium Bau Parfum

Suharjono, Koran SI · Senin 25 Januari 2021 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 510 2350182 bupati-bantul-terpilih-positif-covid-19-awalnya-curiga-tak-bisa-cium-bau-parfum-CJ4wGxLwyC.jpg Bupati Bantul terpilih, Abdul Halim (Foto: Istimewa)

BANTUL - Bupati Bantul terpilih Abdul Halim Muslich positif Covid-19. Melalui akun Facebook-nya, Halim yang masih menjabat sebagai wakil bupati Bantul ini mengaku tidak memiliki gejala sakit. 

Kepada publik Halim menjelaskan kronologis dinyatakan positif corona tersebut. Pada hari Jumat (22/1/2021) malam dia mengaku curiga saat nyemprot parfum di baju. Ini lantaran tidak ada semerbak bau wangi sama sekali. 

Dirinyapun mengaku aneh lantaran bisanya dia langsung mencium bau wangi parfum yang disrmprotkan.

"Lalu saya menuju dapur, cari gula dan garam. Saya cicipi keduanya. Baru kali ini ada gula dan garam rasanya sama saja, sama-sama tak berasa," ungkapnya melalui FB yang diunggahnya Minggu (24/1/2021) malam. 

Lantaran merasa curiga dan membaca salah satu tanda terkena Covid-19, malam itu juga dia melakukan swab antigen." hasil swab antigen saya terkonfirmasi positif Covid, " ulasnya.

Namun demikian, dia tidak tahu dari mana dan kapan virus itu menular pada dirinya. Dia pun langsung melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: Anggota DPR Usul Lockdown Akhir Pekan Atasi Covid-19, Begini Mekanismenya

Upaya treatment kekebalan tubuh diberikan dengan vitamin serta banyak makan. Meskipun harus dipaksa namun alhamdulillah indera perasa dan tidak penciumannya mulai pulih," ujar dia.

Halim melanjutkan, saat ini dirinya sudah bisa membedakan antara gula dan garam, antara parfum dan remason.  "Jadi, Covid itu ya virus biasa saja, tidak 'medeni' seperti sebagian orang menceritakan. Jika terpaksa terpapar, kuncinya: tetap tenang, enggak usah panik, makan banyak, istirahat dan gerak badan atau olahraga ringan," ucap Halim.

Namun demikian dua tetap meminta tidak ambil risiko dengan tetap bermasker di manapun  berada. Ini lantaran penyebaran virus asal China ini tidak  lagi melalui droplet dan kontak erat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini